Guru dan Pelajar SMK Mesum di Kosan

CIPUTAT Hz (29), oknum guru sekolah swasta digerebek warga saat berbuat asusila bersama siswi SMK di kamar kos Jl. Pesangrahan No. 31 RT003/RW03 Cempaka Putih, Ciputat Timur, Kota Tangsel, Sabtu (3/3).
HZ yang merupakan mahasiswa Ganesha dan pasangan mesumnya berinisial IS (16) pun digelandang warga ke Polsek Ciputat lalu dilimpahkan Ke Polres Jakarta Selatan. Keduanya tidak mampu menahan malu seraya menutupi wajah mereka dari sorotan kamera wartawan. Sebuah seprai yang digunakan sebagai alas untuk berbuat asusila diserahkan warga sebagai barang bukti.
Menurut saksi mata, Aditya perbuatan tersebut diketahui saat dia bersama dengan teman-temannya sedang duduk di dekat kosan, saat itu lampu menyala, namun tiba-tiba lampu mati. Padahal, kosan itu ditinggal mudik oleh penghuninya. Tanpa pikir panjang, dia langsung melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar.
Saat diintai dari balik jendela, warga melihat dan menyaksikan keduanya sedang berbuat mesum di depan televisi. Warga pun langsung masuk menggerebek dan menemukan keduanya dalam keadaan tanpa busana atau bugil. Bahkan IS, warga Jalan Talas 1 RT01/RW10, Pamulang, Kota Tangsel yang juga tercatat sebagai pelajar kelas 1 SMK sempat bersembunyi di dalam kamar mandi.
“Kami masuk bersama warga lainnya, saat dilihat mereka sedang melakukan hubungan intim layaknya suami isteri di depan televisi. Setelah kita masuk IS langsung masuk ke dalam kamar mandi,”katanya.
Kapolsek Ciputat, Kompol Alip membenarkan kejadian itu. “Pihak Kepolisian setelah mendapatkan laporan warga, langsung datang ke lokasi lalu keduanya kita amankan, sebelum terjadi tindakan yang tak diinginkan. Kasus tersebut kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Metro Jakarta Selatan,” katanya.
Menurut Dr Rose Mini AP, M Psi psikolog pendidikan, seks bagi anak wajib diberikan orangtua sedini mungkin. “Pendidikan seks wajib diberikan orangtua pada anaknya sedini mungkin. Tepatnya dimulai saat anak masuk play group (usia 3-4 tahun), karena pada usia ini anak sudah dapat mengerti mengenai organ tubuh mereka dan dapat pula dilanjutkan dengan pengenalan organ tubuh internal,” papar almamater Universitas Indonesia itu.
Menurutnya, pendidikan seks didefinisikan sebagai pendidikan mengenai anatomi organ tubuh yang dapat dilanjutkan pada reproduksi seksual. Dengan mengajarkan pendidikan seks pada anak, menghindarkan anak dari resiko negatif perilaku seksual. Karena dengan sendirinya anak akan tahu mengenai seksualitas dan akibat-akibatnya bila dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum, agama, dan adat istiadat, serta kesiapan mental dan material seseorang.
“Pengenalan seks pada anak dapat dimulai dari pengenalan mengenai anatomi tubuh. Kemudian meningkat pada pendidikan mengenai cara berkembangbiak makhluk hidup, yakni pada manusia dan binatang,” ucap wanita ramah ini. (irm/BNN/susilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.