Buruh Kuku Palsu Mogok Kerja

CURUG Ratusan buruh PT Midas Indonesia, Desa Cukanggalih, Curug, Kabupaten Tangerang mogok kerja, Senin (5/3). Buruh pabrik yang memproduksi kuku dan bulu mata palsu itu menuntut perusahaan memberlakukan besaran UMK yang telah diputuskan Gubernur Banten, mencabut PHK sepihak kepada pengurus serikat dan tuntutan normatif lainnya.
Ketua DPC KBSI Federasi Lomanik, Lukman mengatakan, tuntutan para buruh sejatinya hanya normatif dan tidak muluk-muluk. “Kami menuntut hak normatif sebagai buruh diberikan. Perusahaan jangan menodai surat kesepakatan bersama yang sudah diberikan,”seloroh Lukman kepada Satelit News, kemarin sore.
Lukman menambahkan, buruh menuntut perusahaan mencabut PHK sepihak terhadap ketua dan pengurus serikat buruh di pabrik. Kemudian mencabut keputusan mutasi bagi pengurus serikat. “Kami juga menuntut pemberian klaim THR 2010-2011, klaim upah buruh sesuai UMK, klaim asuransi kebakaran cacat permanen, upah cuti karyawan yang baru diangkat tetap dan hak normatif lainnya,” urai Lukman. Sedikitnya ada 12 tuntutan yang disampaikan karyawan.
Pabrik juga melanggar risalah perundingan tertanggal 23 Februari lalu. Serta mengingkari surat pernyataan pada November lalu. “Mana realisasinya, mana Jamsostek kami dan pengangkatan status kami sebagai karyawan tetap,” tandas Lomanik. Dalam aksinya buruh sudah melakukan mediasi namun berakhir deadlock.
Kata Lukman, PT Midas Indonesia yang memproduksi kuku dan bulu mata palsu memiliki 300 buruh. Hasil produksinya diekspor ke Amerika, Korea dan lainnya. “Namun kini operasi tidak berjalan optimal, karena kami akan mogok kerja terus. Sampai perusahaan memenuhi tuntutan kami para buruh,”tegasnya. Seraya sudah melaporkan masalah ini ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tangerang.
Kepala Bidang Hubugan Industrial dan Kesejahteraan Pekerja, Disnakertrans Kabupaten Tangerang, Marihot Marbun saat dihubungi wartawan tidak memberikan jawaban, karena telepon genggamnya tak aktif. (fajar aditya/susilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.