Tertahan, Laporan PRT Disiksa

TANGERANG Kasus penganiayaan Jubaedah (17), pembantu rumah tangga (PRT) oleh majikannya belum ditangani polisi. Sampai kemarin (5/3), Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Tangerang belum menerima berkas laporannya.
Padahal, menurut pihak keluarga korban, kasus yang terjadi di Gg. Belimbing, Jl. Jambu Raya, RT.004/05 Perum I, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang tersebut telah dilaporkan pada Sabtu (3/3) malam lalu.
Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Tangerang AKP Miarsih mengatakan, hingga Senin (5/3), sekitar pukul 16.00 WIB, pihaknya belum menerima tembusan laporan dugaan penganiayaan itu dari stafnya. “Laporannya belum masuk kepada saya, mungkin besok (hari ini, Red) baru saya terima. Jadi belum bisa kami tangani,” kata Miarsih saat dihubungi via telepon genggamnya, kemarin (5/3).
Disinggung apakah ada delik pidana atas laporan itu, lagi-lagi Miarsih menyatakan belum bisa mengungkapkannya. Alasannya, meskipun kabar tentang penganiayaan itu sudah merebak luas di media massa, pihaknya belum menerima berkas laporan kasus itu secara tertulis. “Kalau sudah kami terima, tentu akan kami jalankan prosesnya,” singkatnya.
Diberitakan sebelumnya, Jubaedah, PRT asal Kampung Apun, Desa Winara, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang melaporkan majikannya Kristin Siregar, ke Polres Metro Tangerang, Sabtu malam (3/3). Sebab, selama bekerja ia kerap disiksa dan tak kunjung diberi gaji.
“Saya dipukul dengan besi, ditendang, ditonjok. Bahkan setiap harinya saya hanya diberi makan nasi 3 sendok dan minum dengan air mentah,” katanya Jubaedah.
Menurut Jubaedah,  dirinya mulai menerima siksaan majikannya ketika baru bekerja 5 hari. Ia dituduh memukuli anak majikannya, Valent (4). Dan sejak saat itu,  meski dirinya terus meyakinkan kepada majikannya tidak pernah melakukan tindakan yang dituduhkan, dirinya selalu mengalami siksaan majikannya. Seperti, menerima pukulan dengan besi, ditendang, diinjak, ditonjok, bahkan sering telinganya dijepit hingga mengeluarkan darah.
Atas perlakukan tidak menyenangkan tersebut, kedua orangtua Jubaedah, Sarnala (39) dan Halimah (35) pun mengambil langkah hukum dan melaporkan kejadian itu ke Polres Metro Tangerang dengan nomor laporan LP/K/245/III/2012/PMJ/Restro Tangerang Kota. Pihak keluarga pun masih berharap polisi mengusut tuntas kasus tersebut.
“Saya tidak terima anak saya disiksa dengan sangat keji, ia bekerja tulus malah tidak diberi gaji. Saya minta polisi mengusut tuntas tindakan penganiayaan yang dilakukan terhadap anak saya,” pintanya. (pane/susilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.