99 % Minimarket Tak Kantongi IUTM

CIPUTAT Sebanyak 99 persen minimarket di Kota Tangsel belum memiliki IUTM (Izin Usaha Toko Modern) sesuai Peraturan Menteri Perdagangan No. 53 Tahun 2008. Mereka hingga kini hanya memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) saja.
“Sebanyak 99 persen belum memiliki IUTM. Tahun ini akan kita tertibkan,” kata Abdul Rahman, Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, Senin (5/3).
Dari 99 % tersebut terdiri dari 60 minimarket di Kecamatan Serpong dan 59 minimarket di Serpong Utara. Hal serupa juga dialami minimarket di Kecamatan Pondok Aren (96 minimarket), Ciputat (44), Ciputat Timur (46), Pamulang (46), dan Setu (38).
Dengan adanya izin khusus tersebut, banyak hal yang harus dipenuhi pengusaha minimarket, mulai dari tata letak bangunan hingga lahan parkir yang disesuaikan dengan luas bangunan minimarket. Hal ini bertujuan agar tidak banyak minimarket yang berdiri di tengah kawasan pemukiman.
Jika demikian hal tersebut ditakutkan bisa mematikan usaha milik warga setempat. Dalam hal ini juga diatur lokasi minimarket yang buka 24 jam. Minimarket tersebut dilarang berdiri di kawasan pemukiman, melainkan hanya boleh di daerah jalan utama atau jalan tol agar tidak mengganggu kenyamanan tinggal warga.
Untuk itu, menurut Abdul, Disperindag segera melakukan penertiban minimarket yang belum memiliki izin tersebut. Pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada pihak minimarket untuk segera membuat IUTM. Kota Tangsel sudah memiliki payung hukum penertiban tersebut, yaitu Peraturan Walikota (Perwal) tentang Pedoman Teknis Penataan Pasar Tradisional, Pasar Modern, dan Toko Modern. Peraturan daerah tentang hal ini sedang disusun dan akan segera diajukan ke DPRD. “Jika tidak sesuai, nantinya minimarket tersebut harus relokasi,” kata Abdul. (kpc/jarksih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.