2012, Pemkot 5 Kali Dibobol

Gedung MUI Kota Juga Dimaling

TANGERANG  Kawasan pusat pemerintahan Kota Tangerang rawan tindak pencurian. Sebelum pembobolan Rp 336 juta pada brankas Bagian Pemerintahan, dua hari sebelumnya terjadi pembobolan di Gedung MUI Kota Tangerang yang belum lama diresmikan Walikota Tangerang Wahidin Halim.
Informasi yang dihimpun, pembobolan gedung MUI yang terletak di sebelah masjid Al-Azhom, tepat di seberang Gedung Puspemkot Tangerang itu terjadi pada Sabtu (3/3) malam. Dimana, dalam aksi pembobolan gedung yang belum diserahkan Pemerintah Kota Tangerang tersebut, pengurus mendapati telah kehilangan travoler gardu listrik senilai jutaan rupiah.
“Saya dapat informasinya baru kemarin (Selasa, 6 Maret 2012). Memang katanya gedung MUI dibobol maling, dan travoler gardu listriknya hilang. Itu nilainya lebih dari Rp 4 juta. Listrik semua mati sekarang,” kata Ketua MUI Kota Tangerang KH Edi Djunaedi, Rabu (7/3).
Dia menjelaskan, pihaknya tidak bertanggungjawab atas kehilangan di gedung tersebut. Sebab, kewenangan perawatan dan pengamanan gedung masih di Pemkot Tangerang, dimana gedung itu belum diserahkan secara resmi kepada MUI. “Saya juga tidak tahu bisa kebobolan, sebab kuncinya masih di Pemkot, karena belum diserahterimakan kepada kami, baru diresmikan,” imbuhnya.
Melihat tingginya aksi pencurian di wilayah Puspemkot Tangerang, Djunaedi pun berharap ada pengamanan lebih dari tenaga pengamanan areal Pusmpemkot. “Nampanya, pengamanan memang kurang. Penjagaan jadi tidak maksimal,” singkatnya.

Kabag Harus Ganti Kerugian
Hilangnya dana stimulan RT/RW sebesar Rp336 juta dari Ruangan Kerja Kepala Bagian Pemerintahan Kota Tangerang Unggul Wibowo, dalam tahap evaluasi pimpinan daerah setempat. Jika ditemukan unsur kelalaian, maka pejabat terkait diminta untuk mengganti seluruh dana yang hilang akibat dicuri maling tersebut.
“Berdasarkan Peraturan Menteri, pegawai pemerintah tidak boleh menyimpan uang yang jumlahnya melebihi Rp15 juta di dalam kantor. Hal ini untuk menghindari terjadinya pencurian. Namun kalau uangnya hilang, harus diganti oleh yang bertanggung jawab atas dana tersebut seperti Kabag (Kepala Bagian), Kasubag (Kepala Sub Bagian) dan PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) program stimulan,” kata Harry Mulya Zein, Sekda Kota Tangerang kemarin.
Adapun proses penggantinyanya, sudah diatur dalam peraturan tertentu yang terdapat dalam Majelis TP-TGR, serta ada beberapa tahapan proses yang perlu dilakukan sampai kehilangan itu dinyatakan sebagai kerugian daerah. “Karena ini bukan korupsi, maka sepanjang pejabat terkait mengganti uang tersebut, maka permasalahan dianggap selesai. Tapi harapan kami, pencurinya cepat tertangkap, dan uangnya masih ada. Jadi kalaupun harus ganti, tidak banyak,” ucapnya.
Disinggung tentang upaya yang akan dilakukan Pemkot Tangerang untuk menghindari kejadian serupa, Harry mewacanakan, ke depannya pencairan dana akan dilakukan pada hari pelaksanaan program. “Kami sudah hubungi Bank Jabar Banten untuk tidak lagi mencairkan uang sebelum pelaksanaan kegiatan. Pencarian hanya dilakukan pada hari H pelaksanaan kegiatan, dan untuk dana stimulan akan dikirim langsung ke rekening RT/RW,” imbuhnya.
Masih kata Harry, sebenarnya upaya pengamanan lebih ketat sudah dilakukan Pemkot Tangerang. Terlebih, dari pengalaman sebelumnya, tiap kali akan dilakukan pelelangan kerap terjadi upaya pencurian. Bahkan ungkapnya, peristiwa pembobolan brankas di ruang Kabag Pemerintahan, Senin (5/3) malam bukanlah yang pertama kali. “Memang sering ada laporan, makanya pernah kami kumpulkan para tenaga keamanan melalui Kabag Umum agar mereka bertugas lebih baik lagi,” katanya.
Terkait pengamanan Gedung Puspemkot sendiri, selama ini Pemkot Tangerang telah menyerahkannya kepada pihak perusahaan swasta, Tugu Oetama Persada (TOP). Dimana, untuk mendapatkan pengamanan ini, perusahaan swasta tersebut ditunjuk setelah melalui proses tender melalui program Lelang Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE), yang sangat transparan dan jauh dari praktik KKN.
“Kontraknya berlaku selama setahun, dan sudah habis pada 2011 lalu. Namun karena proses tender jasa keamanan ini masih berlangsung dan pemenang tender belum diketahui, kami masih menggunakan jasa TOP untuk mengamankan seluruh areal gedung ini. Sebenarnya, kami juga sayangkan musibah ini, sebab kami anggarkan dana keamanan cukup tinggi, tapi malingnya lebih pintar dari keamannnya,” singkatnya.
Sementara itu, informasi yang diterima dari seorang tenaga keamanan setempat yang enggan disebutkan namanya, sejak Januari 2012 ini sudah lima kali Pemkot dibobol maling. Kasus terbesar dan membuahkan hasil bagi maling yakni pada Senin (5/3) malam itu.
Upaya pembobolan bahkan bukan hanya dilakukan di ruangan Kepala Bagian, namun juga sempat dilakukan kawanan pencuri di rungan walikota, wakil walikota, dan sekda. Beruntung pencurian digagalkan saat pencuri baru saja berhasil masuk hingga ke ruang lobi ketiga ruangan pimpinan daerah tersebut. “Kejadian itu pada 3 Februari. Saat pencuri masuk, keburu ketahuan oleh petugas Satpam yang sedang bertugas, dan memergokinya. Namun kawanan pencuri itu kabur. Kejadian sekitar pukul 00.30,” katanya.
Selanjutnya, upaya pencurian juga coba dilakukan kawanan ini pada 4 Februai di Rungan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda). Kali itu pun upaya pencurian gagal lantaran aksi mereka ketahuan petugas kebersihan yang datang sekitar pukul 03.30 WIB. “Pintu ruang Bappeda sempat dirusak saat upaya itu,” tandasnya sambil menunjukkan bukti laporan adanya upaya pencurian di keempat lokasi tersebut.
Kasat Reserse dan Kriminal Polres Metro Tangerang AKBP Rahmat mengatakan, pihaknya tetap mendalami dan menelusuri jejak pelaku. Untuk itu, belasan saksi kejadian, mulai dari Kapala Bagian Pemerintahan Unggul Wibowo, sejumlah staf kantor, sampai pihak keamanan sudah dimintai keterangannya. “Prosesnya terus belanjut, kami yakin pelakunya segera terungkap,” ucapnya.
Ditanya apakah akan dilakukan penambahan pengamanan dari kepolisian di wilayah Puspemkot, pihaknya menekan balik pihak Pemkot Tangerang. Rahmat menyatakan, bahwa maksimalisasi tenaga keamanan yang ada dilingkungan Puspemkot sangat penting. “Kami tetap kerjasma dengan keamanan setempat untuk pengamanan areal itu. Tapi, tugas utama Pemkot juga mengamankan lingkungannya sendiri. Kejadian ini harus jadi perhatian pihak keamanan setempat,” imbaunya. (pane/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.