Jaksa Sita Rp15 Juta dari BPN

CILEGON Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon kembali menyita barang bukti kasus dugaan korupsi sertifikasi aset lahan Poskesdes dan sekolahan dari Kasubsi Pengaturan Tanah Pemerintah pada Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Cilegon, Abdul Karim. Barang bukti yang disita senilai Rp15.644.200.
Penyitaan uang oleh tim penyidik kejaksaan pada Rabu (7/3) tersebut merupakan yang ketiga kalinya dilakukan. “Penyitaan uang tersebut sebagai bagian dari uapaya penyidik untuk melengkapi berkas pemeriksaan dugaan tindak pidana korpusi pada bagian Perlengakpan Setda Pemkot Cilegon,”  kata Kejari Cilegon, Reda Manthovani didampingi Kasipidsus Dwianto Heineman, dan Kasi Intel Dwi Agus serta Kasubagbin Marolop Pandiangan kepada wartawan.
“Sebelumnya kan sudah berhasil kita sita sejumlah uang yakni pertama Rp120 juta dan kedua Rp16 juta. Untuk penyitaan kali ini adalah dari uang sisa Rp30 juta yang sudah disetorkan ke BPN yang merupakan setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari bagian perlengkapan Pemkot Cilegon,” ujar Reda di Kantornya, kemarin.
Soal pemeriksaan tersangka berinisial HP baru akan dilakukan pada pekan depan. “Paling lama pekan depan tersangka kita panggil untuk melengkapi pemeriksaan,” imbuhnya.
Sementara, Dwianto Heineman menambahkan anggaran proyek sertifikasi aset lahan Poskesdes dan sekolahan tahun anggaran (TA) 2008-2009 tersebut sebanyak Rp246 juta. Dari tiga kali penyitaan itu jumlah uang yang diamankan kejaksaan sebanyak Rp151 juta.
Ketika penyidik menanyakan mengapa masih ada sisa uang dan belum disetorkan ke bendahara BPN? Abdul Karim beralasan karena berkas persyaratan administrasi dari pemkot belum lengkap, maka uang sebesar Rp30 juta belum ia setorkan dan keburu kasus itu diendus pihak kejaksaan.
“Itu keterangan Abdul Karim dalam pemeriksaan tadi siang. Namun ketika ditanya bukti kwitansi pembuatan sertifikat, dia belum bisa menunjukkan,” terang Dwianto.
Seperti diberitakan, proyek sertifikasi lahan Poskesdes dan sekolah tahun anggaran (TA) 2008-2009 sebesar Rp246 juta pada bagaian Perlengkapan Setda Pemkot Cilegon diduga menyimpang. Kejaksaan Negeri Kota Cilegon pada Senin lalu menetapakan seorang tersangka berinisial HP seorang pejabat teknis pada bagian perlengkapoan  Setda Pemkot Cilegon. Selain menetapkan seorang tersangka, Kejari juga berhasil menyita barang bukti uang sebanyak tiga kali. Pertam berhasil disita Rp120 juta dari Notaris Yeni dan kedua uang tunai sebesar Rp16 juta dari dari tangan saksi Abdul Karim. Serta ketiga berhasil disita uang tunai sebesar Rp15 juta juga dari saksi Abdul Karim.(vin/bnn/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.