Limbah RS Dipantau Ketat

TANGERANG Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Tangerang akan mengawasi ketat pembuangan limbah rumah sakit yang masuk dalam golongan limbah berbahaya.
“Setiap bulan kami periksa laporan pengolahan limbah semua rumah sakit yang ada di Kota Tangerang. Kalau ada yang tidak sesuai, kami akan berikan teguran keras dan secepatnya untuk memperbaiki sistem pengolahan limbahnya,” jelas Agus Prasetyo, Kabid Pengawasan dan Penegakan BPLH Kota Tangerang, kemarin.
Agus mengungkapkan, pembangunan sistem pembuangan limbah tersebut bahkan dilakukan bersama-sama dengan BPLH untuk lebih memastikan lagi bahwa, kebenaran dan kualitas sistem pembuangan limbahnya memang bisa menjamin kelestarian lingkungan. “Rujukan kami dalam membangun sistem pembuangan limbah ini adalah lima rumah sakit besar di Kota Tangerang yang telah memiliki sistem pengolahan limbah terpadu. Rumah sakit rujukan ini juga telah memiliki izin sebagai tempat pengumpul limbah dari rumah sakit kecil ataupun klinik berobat dan kebidanan,” jelasnya.
Diakui Agus, beberapa waktu ini ada kendala dari klinik dan rumah sakit yang tidak memiliki tempat pengumpul limbah, sehingga masih ada limbah rumah sakit yang tercecer. Namun demikian, dengan adanya pengawasan yang kami lakukan secara berkala, bisa terbentuk sistem pembuangan limbah yang baik bagi rumah sakit dan klinik tersebut. “Dengan dibangunnya sistem baru ini akan lebih memudahkan pihak rumah sakit untuk mengumpulkan limbahnya,” imbuhnya.
Agus melanjutkan, penyerahan limbah rumah sakit akan tetap diaudit oleh pihak BPLH, dimana laporan hasil limbah harus disesuaikan dengan tindakan medis yang diberikan. “Setiap bulannya akan diaudit laporannya. Kami tidak akan main-main soal limbah ini, karena akan berbahaya untuk masyarakat,” tandasnya.
Disinggung mana saja rumah sakit yang dijadikan rujukan sebagai pengumpul limbah rumah sakit, Agus membeberkan, di antaranya adalah Rumah Sakit Sari Asih dan RSU Kabupaten Tangerang. Dua dari lima rumah sakit rujukan ini nantinya juga yang diberikan wewenang untuk membawa limbah-limbah ini kepada pihak ketiga untuk dimusnahkan. “Tempat pemusnahannya sendiri berada di di Banten dan Kerawang,” singkatnya. (pane/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.