Wajib Belajar 12 Tahun Diperdakan

SERANG Ada yang istimewa di draf usulan rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif tentang pendidikan yang diusulkan dewan ke gubernur Rabu (7/3) lalu. Dalam Raperda itu dicantumkan klausul wajib belajar 12 tahun atau dari SD sampai SMA bagi masyarakat Banten.
Ketua Badan Legislasi DPRD Banten Sanuji Pentamarta mengatakan, dalam Raperda inisiatif tentang pendidikan tersebut, dewan mencantumkan klausul bahwa masyarakat Banten wajib menjalani atau mengikuti pendidikan hingga usia 18 tahun. “Semangat Raperda pendidikan ini adalah menjamin masyarakat Banten menikmati pendidikan bermutu dan murah,” kata Sanuji.
Sanuji mengungkapkan, kewajiban masyarakat mengikuti pendidikan dasar (SD), SMP hingga SMA, itu tertuang dalam Pasal 7 ayat 1. Di sana juga diatur kewajiban orangtua siswa menjamin kelangsungan pendidikan anaknya hingga usia 18 tahun. Bagi masyarakat yang tidak mampu menyekolahkan anaknya hingga SMA, pembiayaannya akan ditanggung pemerintah.
“Untuk orangtua siswa yang tidak mampu secara ekonomi atau golongan yang tidak mampu, biaya pendidikan akan dibebaskan dan menjadi tanggungjawab pemerintah pusat dan daerah di Banten,” kata Sanuji.
Terkait alokasi anggaran pendidikan di APBD Banten, Sanuji mengatakan, besaran anggaran pendidikan belum maksimal sehingga masih banyak masyarakat tidak mampu tidak bisa menikmati pendidikan dengan layak. Kartena itu hal tersebut perlu dimaksimalkan. “Pemprov Banten bisa berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota agar persoalan biaya pendidikan untuk masyarakat tidak mampu dapat ditanggung bersama-sama,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Hudaya mengatakan, saat ini pemerintah tengah fokus pada program wajib belajar 9 tahun yakni dari SD sampai SMP. “Wajib belajar 9 tahun ini wajib diikuti masyarakat sampai usia 15 tahun,” ujarnya.
Hudaya mengapresiasi Raperda inisiatif dewan tentang pendidikan dimana di dalam Raperda itu disampaikan wajib belajar hingga 12 tahun atau dari SD sampai SMA. Artinya, pendidikan wajib dilakukan masyarakat hingga usia 18 tahun. Ini lebih maju.
Meski demikian, pihaknya mengaku belum bisa bicara panjang lebar seputar wajib belajar 12 tahun itu, karena harus dibahas dulu. “Tapi, kalau ada masyarakat yang tidak mampu untuk menjalani sekolah 12 tahun, pemerintah akan berusaha semaksimal mungkin untuk menanggulanginya. Kita ada beasiswa yang bisa digunakan untuk program wajib belajar 12 tahun,” tambahnya.(eman/fah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.