Puluhan Jamaah Umroh Tertipu

Telantar 9 Hari di Tangerang

TANGERANG Puluhan jamaah umroh asal berbagai daerah di Nusantara telantar di salah satu hotel melati di Kota Tangerang, sejak 9 hari lalu. Puluhan jamaah ini diduga kena tipu dan ditelantarkan biro perjalan haji dan umroh PT Attin Tour, sehingga gagal berangkat ke tanah suci.
Informasi yang dihimpun, Jumat (9/3), puluhan jamaah umroh yang tertipu tersebut kebanyakan berasal dari daerah Jambi, Grobogan, Demak, Semarang, dan Jepara. Mereka yang semula akan diberangkatkan pada 1 Maret 2012 lalu tersebut, kini terpaksa tekatung-katung nasibnya, lantaran tidak ada kejelasan dari pihak pengelola perjalanan haji dan umroh yang menyelenggarakan ibadah mereka.
Parahnya lagi, meskipun sudah membayar hingga Rp16 juta untuk biaya ibadah mereka, dan telah dijanjikan keberangkatannya tepat waktu, hingga saat ini mereka masih kebingungan dan terdampar di hotel melati di Kota Tangerang. “Kami dijanjikan akan diberangkatkan pada 1 Maret, namun hingga kini belum juga berangkat ke tanah suci,” kata IH (54), salah satu jamaah yang juga gagal berangkat.
Diakui IH, karena tidak ada kejelasan, akhirnya mereka terpaksa menyewa hotel untuk menunggu kepastian keberangkatan. Namun, sampai 9 hari kemudian, belum juga ada pertanggungjawaban dari pihak penyelenggara. Mirisnya, mereka pun terpaksa membayar hotel sendiri agar bisa menginap. “Awalnya semua biaya ditanggung. Sekarang kami malah menanggung biaya penginapan sendiri,” keluhnya.
Diakui IH, para jamaah ini sudah kadung malu karena berangkat dari daerah asalnya dengan iringan doa keselamatan dan kesuksesan selama berada di tanah suci. Sehingga, pilihan untuk kembali ke daerah asal pun diurungkan. Sebagaian bahkan ada yang mengaku akan meneruskan ibadahnya dengan mencari tiket pengganti, dan sebagian lainnya akan mendatangi langsung penyelenggara umroh untuk meminta pertanggungjawabannya.
“Jelas ini memalukan. Tapi kami juga heran, kenapa orang begitu tega melakukan penipuan dengan dalih agama dan ibadah. Kami akan mendatangi langsung penyelanggara di Semarang dan menuntut ganti rugi atas ketidakjelasan nasib kami ini,” singkatnya.
JH (43), pun menyesalkan kelakuan penyelenggara umroh dan haji ini. Sebab, apa yang dijanjikan tidak sesuai dengan kenyataan. “Kalau saya tetap akan melanjutkan perjalanan dan mencari tiket. Kalau tidak dapat, terpaksa saya pulang ke kampung lagi. Tapi, sebelumnya saya akan tuntut juga penyelanggaranya,” tandasnya.
Pantauan di hotel, sejumlah jamaah nampak lebih memilih berdiam diri di dalam kamar lantaran tak ingin keberadaannya ditanyakan banyak orang. Sebagain lain, memilih untuk menjaga tas dan koper mereka yang sudah dikemas rapih, siap untuk pemberangkatan. Sementara itu, beberapa diantara mereka juga mengaku masih kesulitan untuk mengontak pihak penyelaggara yang menyediakan jasa perjalanan haji dan umroh mereka. “Kami sudah bosan menghubungi penyelenggara, tidak ada kontak yang aktif,” ucap JH, lagi. (pane/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.