Polisi Usut Jaringan Anak Rano

Rano: Raka Anak Angkat Saya

TANGERANG, SN—Raka Widyarma (20), anak angkat Wakil Gubernur Banten Rano Karno ditangkap aparat Polres Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (6/3) lalu. Raka ditangkap bersama enam tersangka lainnya dalam kasus pemesanan ekstasi via online.
Terungkapnya kasus ini berawal dari penangkapan terhadap tiga orang tersangka berinisial DS, AC dan TS. Ketiganya ditangkap di wilayah Cipete, Jakarta Selatan. “Dari tangan mereka kami berhasil mengamankan 21 butir ekstasi jenis happy five,” kata Kepala Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta, AKP Agus Tri, Sabtu (10/3).
Setelah itu, beber Agus Tri, Polres Bandara kemudian berhasil mengungkap salah satu pemesannya lagi yakni Karina teman Raka, yang juga anak angkat Wakil Gubernur Banten Rano Karno, di Jalan Perkici Raya EB2 No.42 Bintaro Jaya, Sektor 5, Tangerang Selatan pada 6 Maret lalu. Dari penangkapan ini, polisi menyita 5 butir ekstasi. “Tersangka menggunakan alamat palsu, tetapi kemudian kami berhasil mengungkapnya,” katanya.
Masih kata Agus Tri, penangkapan ketiganya yakni seorang pria berinisial J ditangkap di Manado. Dari penangkapan J, disita 16 butir ekstasi. “Kasus ini berturut-turut terjadi dan berhasil ditangkap penerimanya. Mereka pesan via online,” bebernya.
Menurut Agus pihaknya sampai saat ini masih melakukan pendalaman, apakah ada keterkaitannya antara Raka dengan tersangka yang berhasil ditangkap pihaknya. “Ini yang masih kami dalami, apakah mereka saling berkaitan. Kami masih melakukan pengembangan,” imbuhnya.
Dia juga menginformasikan, terungkapnya kasus pemesanan narkoba via online ini bermula dari kecurigaan petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta pada sebuah paket yang datang dari Malaysia. Paket tersebut kemudian diperiksa menggunakan mesin X-ray. Setelah diperiksa, paket tersebut ternyata berisi sejumlah ekstasi. Melihat hal itu, petugas Bea dan Cukai Bandara kemudian berkoordinasi dengan aparat Polres Bandara untuk membekuk semua tersangka, dengan berupara-pura sebagai kurir. “Kami sengaja tidak mengekpos ini begitu tersangka ditangkap, karena selain untuk pengembangan, kami khawatirkan juga ada muatan politis,” pungkasnya.
Secara terpisah, penyidik Badan Narkotika Nasional ikut menelusuri modus baru pemesanan ekstasi melalui situs online yang dilakukan Raka. “Ini termasuk model baru, tim cybercrime sudah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya,” ujar juru bicara BNN Kombes Sumirat Dwiyanto kemarin.
Cara ini tergolong susah dideteksi karena menggunakan teknologi internet. Pemesan ekstasi tinggal kirim email dan uang melalui kartu kredit, barang dikirim. Salah satu cara menghentikannya adalah mengandalkan pemeriksaan di pintu masuk Indonesia seperti bandara. “Kita apresiasi teman-teman Bea Cukai yang sigap dan waspada,” katanya.
Kondisi Raka sendiri hingga tadi malam masih ditahan di Polres Bandara Soetta. “Tempat kejadiannya di wilayah Polres Bandara karena itu tidak dipindahkan (ke Polda),” ujar Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto.
Raka sudah didampingi pengacara. “Barang buktinya lima butir ekstasi,” ujar mantan Kapolres Klaten ini. Untuk mengejar jaringan penyuplainya yang mengandalkan website, menurut Rikwanto, perlu waktu. “Tapi, sudah diketahui protocol addresnya, dari luar negeri, Malaysia, namanya Tan,” katanya.
Polisi juga menyita 1 HP Nokia, 1 slip transfer uang via Asia Bank, 1 iPhone, satu surat kuasa, 1 unit BlackBerry Torch dengan SIM cardnya. “Mereka mengaku baru pertama kali memesan barang lewat internet,” ujarnya.

Anak Angkat
Rano Karno langsung menggelar jumpa pers terkait penangkapan anak angkatnya, Raka Widyarma. “Saat saya tanya kebenarannya, anak saya mengakui telah memesan pil ekstasi dari Malaysia, lewat media online. Saat saya tanya kenapa? Dia menjawab cuma ingin tahu dan mencoba mengenal lebih jauh tentang media online. Makanya belinya cuma lima butir,” kata Rano saat jumpa pers di rumah pribadinya di Perumahan Bumi Karang Indah, Jalan Karang Asri 7 No. 1 A, Lebak Bulus Jakarta Selatan, Sabtu (10/3) malam.
Hasil pemeriksaan urine, Raka dinyatakan positif mengkonsumsi obat. Namun Rano membantah bila positifnya itu lantaran anaknya mengkonsumsi narkoba yang dipesan dari Malaysia. Menurutnya, anaknya itu memang sudah sejak lama ketergantungan terhadap obat-obatan lantaran mempunyai penyakit depresi, sehingga setiap hari harus mengkonsumsi obat sesuai resep dokter. “Kalau obat yang dipesannya dari Malaysia itu dia justru belum meminumnya,” tegasnya.
Menurut Rano, anak angkatnya yang diasuh sejak kecil itu memang sudah diketahui sebagai pengguna narkoba. Namun, Rano tidak pernah mengetahui bahwa belakangan ini Raka kembali aktif. “Dia memang positif, karena dia pernah pakai, walaupun yang saat ini dia gak pakai. Saya enggak tahu dia kapan pakai sebelumnya,” tandasnya.
Menurut pemain sinetron Si Doel Anak Sekolahan itu, anaknya menyesal karena tidak mau mendengar semua nasehatnya untuk menjauhi narkoba. “Dia minta maaf, dan dia menyesal dia tidak mendengar omongan saya,” pungkasnya.
Dijelaskan Rano, Raka adalah anak angkatnya. Raka merupakan anak kandung sahabatnya bernama Pitter Hidayat. “Inilah (Pitter Hidayat,Red) ayah kandung Raka,” ungkap Rano sambil menunjuk ke arah Pitter yang juga hadir dalam jumpa pers, Sabtu (10/3) malam.
Dia menceritakan, sejak umur seminggu Pitter menyerahkan anaknya kepada Rano karena mereka tahu bahwa hingga saat ini Rano dan istrinya Dewi, belum dikaruniai keturunan. “Artinya, saya adalah orang tua adopsi Raka, secara hukum saya bertanggung jawab,” tutur Rano. Seraya menambahkan bahwa dirinya bersahabat dengan ayah kandung Raka sudah sejak puluhan tahun silam.
Dalam kesempatan itu, tidak sepatah kata pun disampaikan ayah kandung Raka, Pitter Hidayat kepada para wartawan. Pitter hanya duduk disamping Rano sambil menundukkan kepala dan melipat tangan di dada. Pitter bekerja sebagai ajudan Rano Karno sejak menjabat sebagai Wakil Bupati Tangerang.
Rano kembali bercerita, menyadari usia yang sudah tua dan dua anaknya yang sudah tumbuh remaja, dua tahun lalu dia pun memberitahukan siapa kedua orang tua mereka. Rano menjelaskan bahwa dirinya bukanlah ayah kandung mereka melainkan hanya sebagai anak angkat saja. Namun setelah dijelaskan kebenarannya, Rano bersyukur karena kedua anak angkatnya itu akhirnya dapat mengenali dan bisa bertemu langsung dengan orang tua kandungnya setelah hampir 18 tahun tidak pernah bertemu.
Bagi Rano, Raka adalah harapan dan sekaligus calon pengganti kelak setelah dirinya tiada. Dia berharap setelah kejadian ini Raka menjadi lebih kuat. Mengenai kasus yang kini menimpa Raka, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum. “Saya tidak mau intervensi. Semua saya percayakan kepada penegak hukum. Namun sebagai orang tua, saya hanya berharap Raka menjalani rehabilitasi, karena saya yakin Raka hanya depresi dan dia bisa menjadi lebih baik setelah kejadian ini,” harapnya.
Raka merupakan sosok anak yang banyak bergaul dan bukan orang yang suka berantem. Dia adalah anak yang berada di dalam. Namun Rano mengakui tidak bisa memantau pergaulan dan lingkungan dari keseharian kedua anaknya karena dirinya harus menjalankan tugas. (pane/jarkasih/rdl/deddy/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.