Komisi IV Sidak Lokasi Galian Pasir

SERANG, SN Komisi IV DPRD Banten melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke lokasi reklamasi pantai dan galian pasir di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Selasa (13/3).
‚ÄúSidak yang kami lakukan hari ini (kemarin,red) atas laporan dari warga Bojonegara yang sebagian besar nelayan. Mereka sudah lama kehilangan mata pencaharian akibat pendangkalan sungai yang terjadi sebagai imbas dari reklamasi pantai dan galian pasir,” kata anggota Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Sabrawijaya.
Ketua Kelompok Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Banten ini menyatakan, pendangkalan sungai juga membuat ratusan kapal nelayan terbengkalai. “Air sungai menyusut itu karena ada urugan yang menutupi aliran sungai. Nelayan yang kehilangan mata pencaharian lebih dari 1000 orang,” ujarnya.
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Banten, SM Hartono menambahkan, pihaknya masih berpikiran positif kepada pihak perusahaan yang melakukan penambangannya. “Kami masih menaruh pikiran positif kepada perusahaan. Tidak mungkin perusahaan besar seperti PT BAM tidak peduli kepada masyarakat sekitar,” kata Hartono.
Pimpinan PT SGM, Rilendi mengatakan, SGM merupakan anak perusahaan PT Batu Alam Makmur (BAM) dan memulai usaha penambangan sejak tahun 2000. “Sejak dapat izin reklamasi, kami tidak langsung mengeksekusi pengurugan tapi ada sosialisasi ke masyarakat. Kelompok-kelompok nelayan dan kepala desa kami juga kami kumpulkan,” kata Riendi.
Riendi menyatakan, ketika sosialisasi dilakukan, masyarakat sekitar bertanya tentang apa yang akan terjadi pada nasib mereka. “Dan baru 2009 mereka merasakan hasil. Banyak tenaga kerja lokal yang terserap, lebih dari 2000 jiwa. Selain itu, kami juga memberikan bantuan pembangunan masjid kepada desa-desa. Juga CSR kepada warga sekitar,” katanya.
Rilendi mengungkapkan, aset tanah yang dikelola PT BAM dan seluruh anak perusahaannya seluas 55 Ha. Kemudian PT Sumber Bina Sukses (SBS) yang juga anak perusahanya mengelola 42,5 Hektare dan PT SGM sendiri 50 hektar yang terbagi di Desa Pengarengan dan Desa Ukir Sari masing-masing 25 hektar. “Adanya pertambangan ini, pada tahun 2013 mendatang, bisa merekrut tenaha kerja lokal sebanyak sebanyak 4000 jiwa,” ucapnya.
Koordinator Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kepuh Kecamatan Bojonegara, Jahruddin mengatakan, ada beberapa perahu nelayan yang tertabrak kapal tongkang pengangkut hasil tambang milik PT BAM, namun tidak ada pertanggungjawaban.
“Sudah lebih dari 5 kali ada perahu-perahu nelayan yang tertabrak Kapal Tongkang. Kerugiamnya ditaksir lebih dari 20 juta tapi sama sekali tidak ada respon dari PT BAM. Makanya, kami sangat dirugikan dengan adanya pertambangan ini,” katanya.(eman/fah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.