Sampah Tidak Diatasi Serius

CIPUTAT,SN Menjelang penilaian Adipura, persoalan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang menimbulkan dampak kesan kumuh di sejumlah bahu jalan belum tertuntaskan. Sampah tampak menumpuk di sejumlah koridor jalan, khususnya di kawasan pasar tradisional.
Upaya  Satuan Polisi Pramong Praja (Sat Pol PP)  Tangsel menertibkan para PKL di Pasar Ciputat pun terkesan lembek dan tebang pilih. Saat melakukan penertiban PKL di Pasar Ciputat, Selasa (13/3) pagi, para petugas Pol PP terlihat kurang tegas, bahkan terkesan hanya seperti menegur.
Berdasarkan pantauan, para petugas Sat Pol PP tidak menyisir seluruh PKL yang berada di kawasan pasar Ciputat. Mereka hanya memindahkan PKL yang berada di depan Koramil. Sementara para PKL yang berada di Jalan Haji Usman, kolong pasar diabaikan.
Tindakan tersebut memunculkan protes sejumlah PKL lain yang ditertibkan. “Masa yang di kolong pasar ga diteribkan, kok kita disuruh pindah,” keluh salah seorang PKL, Tarno (29).
Senada, Siti (31) menilai Satpol PP tidak serius dalam menertibkan PKL di Pasar Ciputat. Mereka hanya meminta sebagian PKL pindah, sementara lainnya hanya disuruh minggir tanpa ada ketegasan. “Kalau memang mau menertibkan ya seharusnya semuanya ditertibkan jangan pilih kasih” cetus Siti.
Kasat Pol PP Tangsel, Sukanta membantah pihaknya melakukan tebang pilih dalam penertiban PKL. “Saya sudah instruksikan anak buah saya untuk menertibkan PKL yang memakan bahu jalan di pasar tradisional” kelit Sukanta. Dia menyebut pihaknya telah menjadwalkan penertiban PKL di pasar tradisional hingga Jumat mendatang.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Tangsel, Rahmad Salam optimis pada saat penilaian Adipura April mendatang, Tangsel sudah bersih dari sampah maupun PKL. ”Kita sudah instruksikan kok dengan instnasi lainnya untuk membersihkan sampah maupun PKL yang masih ada khususnya di pasar Tradisional seperti Cimanggis,” ujar Rahmad
Sumber sampah di kota hasil pemekaran dari KabupatenTangerang ini diantaranya berada di pasar tradisional. Karena belum ada penyerahan aset dari Pemkab Tangerang. Pemkot Tangsel terkendala pengelolaan sampah.
Anggota Tim Penilai Adipura Provinsi Banten Husen Bin Ali mengingatkan pentingnya penanganan sampah cepat dituntaskan. “Kalau sampah belum dikelola dengan baik jangan harap mendapatkan piala adipura,” ungkapnya, kemarin.
Dikatakan Husen, salah satu solusi untuk mengentaskan sampah dengan melibatkan masyarakat, LSM, Ormas dan elemen masyarakat lainnya. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang masalah sampah. “Kita mendukung jika ada ormas maupun LSM yang aktif mengatasi sampah di Kota Tangsel,” katanya.
Menurut dia, jika ada niat baik dari LSM maupun ormas membantu mengatasi sampah, Pemkot seharusnya mendukung dengan memberikan fasilitas agar dapat diberdayakan. Selainitu, Pemkot harus tegas memberikan sanksi melalui Peraturan Walikota (Perwal) terkait masalah sampah. (irm/bin/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.