2012, Serang Tangani 12 Kasus KDRT

SERANG, SN Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Serang selama Januari 2012 menangani sebanyak 12 kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Ke-12 kasus tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Serang dan Kota Serang.
“12 kasus KDRT yang ditangani Polres Serang umumnya terjadi di wilayah perkotaan,” kata Kaur Reskrim Polres Serang Iptu Edi Susanto didampingi Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Ipda Suwarno, pada acara Sosialisasi Undang-Undang (UU) Nomor 23 tahun 2004, tentang penghapusan KDRT di salah satu hotel di Kota Serang, Rabu (14/3).
Terjadinya KDRT lebih banyak di perkotaan disebabkan perkembangan lingkungan di kota lebih maju, paham hukum, dan berani untuk melaporkan kasusnya. “Masyarakat yang tinggal di daerah perkampungan masih belum berani melaporkan kasus KDRT ini, karena mereka masih takut dan malu persoalan keluarganya diungkap,” ujarnya tanpa merinci apakah kasusnya sudah diselesaikan atau belum.
Mengenai UU nomor 23 Tahun 2004, Edi menuturkan secara umum masyarakat sudah banyak yang memahaminya. Sebab, banyak warga yang melaporkan kasusnya ke Polres Serang. “Kalau ada laporan masyarakat tentang KDRT, itu sudah menandakan masyarakat paham terhadap UU itu,” tuturnya.
Ipda Suwarno menambahkan, terdapat beberapa faktor terjadinya KDRT, tetapi yang paling dominan adalah masalah ekonomi keluarga. “Laporan KDRT yang kami tangani, kebanyakan korbannya terjadi pada perempuan,” kata Sumarno.
Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP-KB) Kota Serang yang saat ini menjadi staf Ahli Walikota, Didi mengatakan, Pemkot Serang berkomitmen untuk melakukan penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Sebagai upaya perlindungan pada perempuan dan anak dengan melakukan kebijakan pencegahan, kebijakan pelayanan, dan kebijakan pemberdayaan. Itu untuk memperkuat regulasi guna penguatan kebijakan dan programnya dan diperkuat dengan surat keputusan Walikota Serang terkait pemberdayaan dan perlindungan perempuan serta anak,” katanya. (eman/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.