Kepala KUA Dihakimi Massa

Kepergok Mesum dengan Janda di Kantornya

LEBAK, SN Ini tidak pantas ditiru. Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, dihakimi massa gara-gara diduga melakukan perbuatan mesum dengan seorang janda beranak empat, Selasa (13/3). Ironisnya, perbuatan asusila itu dilakukan di kantornya, sebuah institusi keagamaan.
Warga yang kesal dengan perbuatan pelaku, langsung menghakimi dan mengaraknya ke Mapolsek Cipanas, setelah menghadiahi bogem mentah secara bergantian. Akibat amuk massa tersebut, pria berinisial SJ (45) yang merupakan warga Bojongmanik, Kabupaten Lebak, babak belur dihakimi warga.
Tak hanya itu, warga juga merusak mobil sedan silver Toyota Corolla bernopol B 372 DN miliknya. Polisi pun langsung mengamankan SJ dan NN (40) pasangan mesumnya yang tercatat sebagai warga Kampung Lurah, Desa Sipayung, Kecamatan Cipanas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Banten Pos (Satelit News Group), peristiwa yang mencoreng nama baik institusi keagamaan itu terjadi sekitar pada pukul 20.00. Malam itu, SJ yang diketahui telah memiliki istri dan beranak tiga berada di ruangan kerjanya bersama NN, seorang janda yang belakangan diketahui baru pulang dari Timur Tengah setelah menjadi TKI.
Lantaran curiga warga pun mengintai Kantor KUA setempat. Warga yang telah dengan jelas memperhatikan gerak-gerik pasangan terlarang ini pun emosinya langsung tersulut. Entah siapa yang mengawali, tanpa komando warga yang diliputi emosi itu kemudian langsung melabrak ruangan tempat dua mahluk lain jenis itu.
Saat itu juga SJ dan NN langsung dihakimi. Warga yang kesal dengan perbuatan asusila pelaku langsung menghadiahi bogem mentah secara bergantian. “Kami kesal dengan ulah Kepala KUA itu, kami tidak mau dikotori. Harusnya dipecat saja pejabat tak bermoral seperti dia karena memalukan Kemenag. Kami juga minta kepada pihak berwajib agar pelaku diproses secara hukum,“  kata Topik, warga Cipanas, Rabu (14/3).
Tidak hanya itu, ratusan warga pun merusak mobil milik SJ yang saat itu tengah diparkir di halaman Kantor KUA. Usai melampiaskan emosinya, ratusan warga kemudian mengarak kedua pasangan mesum itu ke Kantor Kecamatan Cipanas. Polisi yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengamankan kedua pasangan mesum ke Polsek Cipanas.
Kepada petugas, janda NN mengakui bahwa dirinya telah menjalin hubungan dengan SJ sejak dua bulan lalu. Namun NN membantah tudingan telah berbuat mesum dengan SJ. Karena katanya, saat dilabrak warga, dirinya belum melakukan seperti apa yang dituduhkan warga (berhubungan badan, red). Kendatipun ia melakukannya, mengaku atas dasar suka sama suka. “Saya mau melakukan itu, memang atas dasar suka,” kata NN, di Mapolsek Cipanas.
Sementara itu, Kapolsek Cipanas Kompol Asep Sukandar Risman mengatakan, perbuatan kedua tersangka itu melanggar Pasal 281 KUHP tentang Perbuatan Asusila dengan ancaman dua tahun penjara. “Tapi keduanya tidak dilakukan penahanan. Namun penanganan hukumnya terus berjalan,” terang dia.
Sementara Kapolres Lebak AKBP, Yudi Hermawan melalui pesan singkatnya berjanji akan memproses kasus dugaan mesum yang dilakukan Kepala KUA Cipanas Tersebut. “Kita proses sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku, terimakasih,” demikian SMS Yudi.
Terpisah, Kepala Kemenag Kabupaten Lebak, H Amin membenarkan adanya peristiwa dugaan mesum yang dilakukan anak buahnya tersebut. Menurut Amin pihaknya telah mendapat kabar peristiwa memalukan itu dan tengah menyelesaikannya dengan masyarakat setempat.
Ketika ditanya tentang sanksi yang bisa dijatuhkan, Amin mengaku belum bisa menyampaikannya. Karena katanya, sanksi itu ada aturan resminya. Apakah sanksi ringan atau pun sanksi berat, Amin juga menyatakan belum bisa mengungkapkan.
“Pokoknya kita pelajari dulu. Kasusnya sendiri seperti apa, karena kita juga baru dapat laporan dan sekarang sedang membicarakannya. Lalu tuntutan masyarakat juga seperti apa, kita belum tahu,” katanya. (dam/sep/deddy/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.