Polisi Larang Beli BBM Pakai Jeriken

KELAPA DUA,SN Jajaran Polsek Kelapa Dua melakukan pengawasan ketat terhadap sejumlah SPBU di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Langkah itu dilakukan untuk menghindari penimbunan BBM oleh oknum masyarakat. Mereka melarang masyarakat mengisi BBM dengan jeriken dan kendaraan roda empat yang tangki bensinnya sudah dimodifikasi.
Kapolsek Kelapa Dua, Kompol Iman mengatakan, pengawasan SPBU oleh aparat Kepolisian sesuai dengan instruksi dari Kapolres Kota Tangerang Kombespol Bambang Priyo Andogo. “Menjelang kenaikan BBM sejumlah SPBU di setiap wilayah hukum polsek diawasi ketat. Guna menghindari penimbunan BBM. Serta aksi demonstrasi yang kadang menyandera SPBU atau mobil tangki BBM Pertamina,”ujar Iman kepada Satelit News, Rabu (14/3).
SPBU dilarang melayani pengisian jeriken. Serta pelarangan pengisian mobil dengan tangki yang sudah dimodifikasi. “Kami juga mengimbau kepada pengelola SPBU agar berkoordinasi dengan polisi. Khusus pengisian BBM melalui mobil tangki Pertamina, kalau bisa malam hari. Untuk menghindari truk disandera demonstran. Kalau pun tidak bisa segera koordinasi agar diarahkan ke jalur yang aman,”urainya.
Pantauan wartawan, dalam pengawasan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kelapa Dua Kompol Iman, petugas selain memberikan imbauan juga memeriksa sejumlah kendaraan. Saat pengisian BBM di SPBU. “Kami juga mengkroscek kalau ada kendaraan  yang sudah memodifikasi tangki bensinnya. Saya harap petugas SPBU teliti, jika menemukan hal ini segera sampaikan kepada kami,”terangnya.
Ketua Shift SPBU 34-15807 Kelapa Dua, Sapri mengaku siap mendukung aparat Kepolisian agar proses pengisian bahan bakar di SPBU tetap berjalan kondusif. Pihaknya juga akan melaporkan jika ada indikasi kendaraan yang melakukan penimbunan BBM. Salahsatunya dengan modus modifikasi tangki bensin.
Senada, Ketua Shift SPBU 34-15813, Yanto mengatakan, pihaknya sejauh ini tidak pernah melayani pengisian BBM dengan menggunakan jeriken. “Kami menolak pengisian dengan jeriken,”tuturnya.
Selain itu, Yanto juga mengaku belum pernah menemukan mobil boks atau mobil lainnya yang memodifikasi tangki bensin. “Semua pegawai juga sudah mengetahui apa saja yang tidak boleh. Kalau memang ada mobil yang mencurigakan akan kami laporkan kepada polisi,” akunya. Seraya mengatakan setiap pegawai juga sudah mengetahui standar pengisian BBM setiap jenis kendaraan. (fajar aditya/susilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.