Raka Mulai Terbiasa Makanan Sel

Rano Belum Ajukan Penangguhan

TANGERANG, SN Wakil Gubernur Banten Rano Karno belum mengajukan secara resmi penangguhan penahanan anak angkatnya Rada Widyarman (20) yang diringkus aparat kepolisian Metro Bandara Soekarno-Hatta (BSH) gara-gara kasus narkoba, sepekan lalu. Hingga Rabu (14/3), Raka masih mendekam di sel Polres Metro BSH.
Kuasa Hukum Rano Karno Sirra Prayuna mengatakan, setelah dirinya ditunjuk menjadi pengacara Rano Karno, tim kuasa hukum belum secara resmi mengajukan surat penangguhan penahanan terhadap Raka kepada Polres Metro BSH.
Menurutnya, terdapat beberapa pertimbangan yang harus dilakukan tim pengacara dan Rano sebelum mengajukan penangguhan itu. “Kami belum mengajukan penangguhan, dan sedang dipertimbangkan,” kata Sirra Prayuna saat dihubungi wartawan.
Rano sebelumnya menyampaikan akan mengajukan penangguhan terhadap kasus anaknya karena keterlibatan penggunaan narkotika jenis ekstasi. Keinginan tersebut muncul karena Rano berharap Raka bisa dilakukan rehabilitasi dan tidak ketergantungan obat-obat terlarang. “Kami masih melakukan kajian akan kemungkinan penangguhan itu. Termasuk akan bertemu langsung dengan Raka di selnya. Tapi sejauh ini memang belum dilakukan penangguhan,” imbuhnya.
Setelah pertemuan dengan Raka, pihaknya baru akan melakukan tindakan lebih jauh terhadap pembelaan kepadanya. “Setelah kami tahu apa keinginan yang bersangkutan, dari situ kami baru bisa menyimpulkan dan kemudian melanjutkan langkah hukum terhadap Raka,” tandasnya.
Hal senada juga disampaikan Suti Karno, adik kandung dari Rano Karno. Suti atau yang dikenal dengan perannya sebagai Atun di Si Doel Anak Sekolahan itu, mengaku, pihak keluarga baru saja menunjuk pengacara untuk mendampingi Raka dalam kasus yang menjeratnya. “Pihak keluarga juga belum ajukan penangguhan itu,” kata Suti yang juga dihubungi wartawan.
Humas Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta Kompol Agus Tri menyatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima surat resmi penangguhan penahanan yang akan diajukan pengacara Raka dan Rano Karno, terkait penangkapan kepemilikan lima butir ektasi.
Adapun ketika disinggung soal kondisi Raka, Agus Tri menyatakan, kondisi pria berusia 20 tahun itu yang sebelumnya menolak mengkonsumsi makanan penjara, mulai menyantap ransum makanan dua hari sekali dari petugas kepolisian. “Kondisi Raka sudah mulai membaik, kami belum mendapatkan informasi itu (penangguhan). Kami masih menunggu jika mereka mengajukannya,” kata Agus.
Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Raden Bagoes saat ditanyai wartawan soal hasil penyidikan lebih lanjut terhadap Raka, enggan memberikan keterangan lebih jauh. Meski demikian dia membenarkan Polres Bandara belum menerima pengajuan penangguhan itu. “Belum ada itu penangguhan. Bisa ditanyakan saja ke Kapolres Bandara,” kata Bagoes.
Seperti diketahui, paket kiriman berisi narkoba yang dibeli seharga Rp 2 juta pada 4 Maret 2012 melalui pemesanan online. Pemiliknya adalah Raka yang dikirim melalui rumah teman wanitanya, Karina Andetia, di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan. Paket dari Malaysia dikirim menuju alamat di Perkici Raya EB2 /42 Bintaro Jaya, Sektor 5, Bintaro Sektor V, Jakarta Selatan, Kamis (8/3) dini lalu. (pane/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.