Warga-Sekolah Pelayaran Damai

TANGERANG, SN Aparat pemerintah langsung bergerak cepat menyikapi aksi penyerangan warga Desa Karang Serang Kecamatan Sukadiri (ditulis Desa Tanjung Kait, Kecamatan Mauk) ke Sekolah Tinggi Pelayaran atau Badan Pendidikan atau Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP). Rabu (14/3), semua pihak duduk bersama untuk meredam agar peristiwa ini tidak terus berkembang.
Difasilitasi Polsek Mauk, pengurus BP2IP dan para tokoh masyarakat dan Kepala Desa Karang Serang melakukan pembicaraan perdamaian. “Kami tidak ingin masalah ini jangan berlarut dan berkembang, sehingga kami berinisiatif untuk memediasi,” kata Kepala Seksi Humas Polsek Mauk Aipda Anharudin.
Menurut Anharudin, dalam mediasi disepakati perdamaian antara pihak  BP2IP dengan warga Desa Karang Serang. “Alhamdulillah, masing-masing pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah ini,” jelas Anharudin.
Dengan adanya mediasi ini, menurut Anharudin, proses belajar mengajar di Sekolah Pelayaran BP2IP kembali berjalan normal. Begitu pula warga beraktifitas seperti biasa. “Kini semua telah berjalan dengan normal, dan seperti tidak pernah ada perseteruan,” jelasnya.
Seperti yang diketahui, warga Desa Karang Serang menyerbu Kampus Sekolah Tinggi Pelayaran atau Badan Pendidikan atau Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP), Selasa (13/3) malam. Bentrokan terjadi diduga berawal dari saling ejek antara mahasiswa dan warga.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.30. Ratusan warga dengan membawa kayu dan batu menyerbu BP2IP yang berada di di Desa Tanjung Kait. Keributan ini sempat membuat jalan macet. Massa sendiri akhirnya berhasil dibubarkan polisi setelah satu jam kemudian, kondisi jalan kembali normal. Namun, terlihat kondisi wisma kampus mengalami kerusakan pada bagian jendela dan sejumlah bagian lainnya.(hendra/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.