Kereta Batu Bara Terguling, Jalur Rangkasbitung-Merak Terputus

SERANG, SN Rangkaian kereta barang pengangkut batu bara anjlok di KM 98, tepatnya di lintasan Kampung Katupang Sinyar, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Jumat (16/3) pukul 13.17. Satu gerbong berisi batu bara terguling, sedangkan dua gerbong lainnya keluar dari lintasan. Akibatnya, kereta jurusan Merak-Rangkasbitung terputus.
Pantauan Banten Pos (Satelit News Group) di lokasi kejadian, gerbong yang terguling posisinya melintang dirangkaian rel dan menjadi tontonan warga. Bantalan rel yang terbuat dari beton dan kayu rusak sepanjang 700 meter. Di lokasi, para petugas dari PT Kereta Api sedang berusaha mengembalikan rangkaian ke posisi semula.
Dari informasi yang dihimpun koran ini, kereta pengangkut batu bara tujuan Bekasi itu berangkat dari Pelabuhan Cigading, Kota Cilegon sekitar pukul 12.00. Tiba di lokasi, kereta dengan nomor 20179R dengan masinis Jawardi (45) tiba-tiba anjlok pada rangkaian gerbong nomor 16,17, dan 18.
Nampaknya masinis tidak mengetahui ada tiga rangkaian gerbang paling akhir anjlok. Gerbong paling belakang yaitu rangkain no 18 terguling. Batu bara yang ada dalam gerbong pun tumpah. Melihat kejadian itu Jawardi langsung menghentikan kereta.
Karena rangkaian gerbong 1 hingga 15 masih diatas jalur, petugas akhirnya memutus rangkian gerbong 16 hingga 18 dan melajutkan perjalanan ke Bekasi. Hingga saat ini gerbong 16 hingga 18 belum berhasil dievakuasi petugas.
Kordinator Kepala Stasiun Rangkasbitung-Merak, Mamat Surahmat mengatakan, penyebab anjloknya kereta masih dalam proses penyelidikan. Tim penyidik didatangkan dari Jakarta. ”Kerugian akibat dari anjloknya kereta batu bara belum bisa kita perkirakan, termasuk kerugian batu baranya. Kita yakin besok sudah normal kembali,” ujarnya.
Masih kata Mamat, jalur Rangkasbitung-Jakarta masih bisa beroperasi seperti biasa. Sementara, untuk kereta dari Stasiun Merak sampai Stasiun Jambu untuk sementara dihentikan karena lintasan masih tertutup kereta.
“Kejadiannya di dekat stasiun, jalurnya kan akan ada dua. Yang tertimpa kereta saat ini adalah jalur 1, jalur dua akan kita selamatkan agar besok bisa normal kembali. Untuk kereta terakhir tujuan Merak-Jakarta untuk sementara kita tunda dulu keberangkatannya hingga besok,” ujar Mamat.
Sementara itu, tim krane yang bertugas mengevakuasi kereta sudah tiba di lokasi sejak pukul 15.00. Proses evakuasi dua gerbong yang keluar lintasan akan memakan waktu sekitar 110 jam. “Besok pagi kita yakin perjalanan kereta akan normal kembali,” tegasnya.
Kapolsek Cikeusal, AKP Aep Saefullah mengatakan, upaya evakuasi gerbong belum dilakukan dikarenakan harus dilakukan menggunakan alat yakni krane. Menurut Kapolsek, evakuasi dieperkirakan akan berlangsung hingga malam. “Pelayanan kereta api terganggu. Tetapi, diperkirakan besok (Sabtu, red) aktivitas kereta api Merak-Rangkasbitung bisa kembali normal,” terang AKP Aep.
Terpisah, Kepala Stasiun KA Merak, Sutayat mengatakan, pihaknya menunda keberangkatan kereta dari Stasiun Merak akibat kecelakaan tersebut. Dia mengungkapkan ada sekitar 150 penumpang dari Merak gagal berangkat dan terpaksa harus menunggu hingga Sabtu pagi.
“Seharusnya kereta dari Stasiun Merak tujuan Jakarta berangkat pada pukul 14.15. Tapi karena ada kecelakaan, terpaksa kita tunda hingga besok pagi (Sabtu,red),” jelasnya.
Sementara itu, Petugas Operasional Pemimpin Perjalanan KA Stasiun Serang, Nurwan enggan menyebutkan berapa banyak jumlah penumpang yang gagal berangkat akibat peristiwa tersebut. Namun, pihak Stasiun Serang sudah memasang pengumuman pembatalan keberangkatan dua kereta penumpang 273 dan 274. “Yang berhak memberikan pengumuman adalah pusat,” kilahnya. (zal/tbe/deddy/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.