SPBU Dilarang Jual Lebihi 8.000 Liter

SEPATAN, SN Rencana kenaikan harga BBM April nanti memicu tingginya pembelian premium oleh pedagang eceran. Di wilayah Sepatan, Kabupaten Tangerang, sejumlah pengelola SPBU justru menaikkan kuota penjualan kepada pengecer dari 40 liter, menjadi 60 liter per orang.
Contohnya SPBU-34-15-07 di Jl. Raya Moch Toha, Sulang, Sepatan sudah sepekan terakhir kebanjiran pedagang bensin eceran. Mereka berbondong-bondong membawa jeriken untuk mengantre membeli premium.
Hal itu mereka lakukan, untuk menambah stok dagangannya menjelang kenaikan BBM April nanti. Menurut mereka belum ada larangan dari pihak pemerintah setempat, akan tetapi para pengecer hanya diberikan batasan pembelian. “Perhari boleh mengisi 30-40 liter,” kata Owin, salah seorang pedagang bensin eceran yang tengah mengantre dengan dua jeriken besar itu, Jumat(16/3/2012).
Sementara pemilik SPBU tersebut justru mengaku sengaja menjual lebih dari kuota yang ditetapkan pemerintah. “Saya jual 60 liter untuk pengecer,” singkat pria bermata sipit yang menolak disebutkan namanya itu.
Ditanya lebih lanjut terkait penjualan premium untuk pengecer, pemilik SPBU tersebut menolak memberi keterangan. Pelayanan kepada para pengecer pun diatur sedemikian rupa, agar antrean panjang mereka tak terlalu mencolok, maka pengantre diminta menunggu di luar SPBU. “Saya tidak tahu entah itu aturan dari SPBU, atau siapa, saya ikut saja antre di luar, itu juga kata pengecer yang lain seperti itu,” ujar Owin lagi.
Sementara itu, perwakilan Hiswana Migas Banten, Rahmat Salim mengatakan, soal aturan pengisian menggunakan jeriken, memang tidak dilarang. Karena, itu merupakan mata pencarian masyarakat kecil, sehingga masuk kelompok usaha kecil menengah (UKM). Dan sesuai dengan Perpres No. 55/2005, dan diperbaharui dengan  No. 15/2012 dapat membeli BBM subsidi maksimal 8.000 liter perbulan dengan rekomendasi Pemda. “BPH Migas sedang membuat aturan baru khusus untuk pengecer BBM,” katanya. (mg2/susilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.