Tenar Lewat Getok Tular, Bidik Prestasi Nasional

Lebih Dekat dengan Sekolah Sepak Bola di Kota Tangerang (6)

Getok tular adalah istilah bagi pelaku usaha tradisional untuk menyebut promosi mulut ke mulut. Promosi seperti itulah yang membuat Imadara, SSB yang baru tiga tahun berdiri menjadi tenar di wilayah Kecamatan Benda. SSB Imadara bermarkas di Lapangan Basecamp Perumahan Departemen Perhubungan Kelurahan Jurumudi Kecamatan Benda Kota Tangerang.
Bergabung bersama Persikota Soccer Academy (PSA) di tahun 2009, Imadara sudah mulai menunjukkan ‘tajinya’ di kancah sepakbola usia dini di Kota Tangerang. Terakhir, tim U-11 SSB Imadara mampu menjadi runner up turnamen FSA U-11 di tahun 2011 lalu.
Kasril, Ketua Umum SSB Imadara mengaku sengaja mendirikan sekolah sepakbola karena tergugah melihat semangat anak-anak kecil bermain bola di Lapangan Basecamp. Pria yang juga ketua Imadara FC, klub anggota PSSI Kota Tangerang itu ingin memberikan pendidikan sepakbola secara lebih terarah kepada anak-anak tersebut.
“Dulu banyak anak kecil bermain bola secara sembarangan di Lapangan Basecamp. Kami lalu tergugah dan mendirikan SSB Imarada ini. Awalnya tidak pakai pendaftaran dan pembiayaan. Namun kini mulai ditata. Iurannya per bulan paling murah, hanya 10 ribu. Anggota kami sekarang mencapai 250 anak meski yang aktif hanya 150 siswa,” ungkap Kasril.
SSB Imadara kini menjadi favorit di wilayah Kecamatan Benda karena memiliki sistem pendidikan yang terarah. Pelajaran dilakukan secara bertahap mulai dari usia 8 tahun hingga 16 tahun. Di usia 8 tahun, siswa SSB lebih sering mendapatkan latihan game atau permainan. Tujuannya agar mereka menyukai sepakbola. Kemudian di usia 10 tahun ke atas mulai diberi pelajaran soal teknik secara ketat.
“Pelajaran di sini dimulai dengan berdoa. Kemudian pemanasan, belajar dribbling, sprint dan sebagainya. Semua pelajaran sesuai dengan program yang diberikan PSSI karena empat pelatih seperti pak Hamado, Iwan, Anshori dan saya sudah berpengalaman di dalam sepakbola serta memiliki lisensi,”imbuh Kasril yang juga Ketua Football Soccer Association (FSA) Kota Tangerang.
Karena program yang terarah, SSB Imadara kian terkenal di wilayah Kecamatan Benda. Padahal, kata Kasril, sejak didirikan hingga kini, pihaknya tidak memasang spanduk-spanduk atau mempromosikan secara terbuka tentang keberadaan SSB Imadara.
“Anak-anak yang belajar di sini kemudian mempromosikan ke kawan-kawannya. Promosinya dari mulut ke mulut. Memang lucu juga. Anak datang ke sini mengambil formulir, kemudian memulangkan formulir sendirian. Rata-rata diajak temannya. Sebagian tertarik karena di lapangan base camp sering diadakan turnamen antar SSB,”imbuhnya.
Selanjutnya, Kasril berambisi untuk membawa SSB Imadara mampu berprestasi di tingkat nasional. Apalagi, SSB kini memiliki program yang jelas seperti mengadakan sparring partner minimal 30 hingga 40 kali setahun. Selain itu, SSB juga wajib melakukan pemisahan bagi siswa usia 10 tahun ke atas dengan usia di bawahnya. (gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.