Bos Reklame Tutup Lahan Hijau

SERUT,SN Ruang penghijauan di Kota Tangsel digerus kepentingan bisnis. Ada delapan titik lubang untuk ditanami pohon di median Jalan Raya Serpong, justru dicor untuk tiang reklame pengusaha periklanan.
Divisi Lingkungan Hidup Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Transformasi Bangsa, Johardi mengatakan, lubang tersebut ditutup dengan cara dicor oleh salah satu perusahaan reklame.
Akibatnya, program penghijauan di Kota Tangsel sesuai instruksi Walikota menjadi terganjal. Johardi  mengatakan, sikap arogan ditunjukkan perusahaan jasa promosi tersebut karena dianggap menganggu pemasangan reklame. Padahal reklame, sudah terpasang.
“Saya sangat menyesalkan adanya pengecoran lubang. Padahal, lubang yang ada di median jalan untuk penghijauan di median jalan yang ada di Kota Tangsel, tidak hanya itu, sebelum penanaman ini dilakukan, pihaknya bersama dengan Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Tangsel sudah berkodinasi dengan pihak reklame serta tidak akan menggangu iklan yang ada di reklame tersebut,” ungkap Johardi.
Johardi menjelaskan, untuk penghijauan sepanjang median jalan  ini sebanyak 200 lubang. Setelah dilubangi pada malam harinya ditutup atau dicor kembali oleh salah satu perusahaan reklame. “Untuk biaya satu lubang cukup mahal. Saya juga tidak tahu alasan mereka (perusahaan reklame,Red) menutup lubang,” katanya.
Ditutupnya lubang yang akan ditanami pohon oleh BLHD dan LSM Transformasi bangsa itu, tidak diberitahukan atau dikomunikasikan sebelumnya kepada pihak Pemkot Tangsel  oleh  perusahaan reklame. “Jangan asal menutup lubang, itu kan program Pemkot Tangsel untuk penghijauan serta menambah ruang terbuka hijau di median jalan,” selorohnya.
Kepala Bidang Konservasi dan Sumber Daya Air BLHD Kota Tangsel Muhamad Isa membenarkan, adanya penutupan delapan titik lubang untuk penanaman pohon tersebut. “Rencananya, memang di median jalan akan ditanami pohon trembesi,” ucapnya.
Kata dia, program penghijauan melalui penanaman pohon di median jalan atas perintah Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany. Namun, hingga kini perusahaan reklame tidak pernah berkomunikasi dengan BLHD. Jika perusahaan tetap bersikap arogan pihaknya, mengancam akan mencabut izin pemasangan reklame. Lantaran, tidak mengindahkan sisi lingkungan. (irm/BNN/susilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.