Dokter Ira Kian Terpojok

TANGERANG,SN Terhentinya kuliah S3 Ira Simatupang, terdakwa kasus pelanggaran UU informasi transaksi elektronik (ITE) terkuak. Semua itu dituliskan Ira dalam email-emailnya dengan nada fitnah dan ejekan kepada sejumlah dokter di RSU Kabupaten Tangerang.
Para saksi yang berkesempatan memberikan keterangan menyatakan, tidak ada kaitannya seluruh peristiwa selingkuh terdakwa dengan Josep Talangi dengan kasus ITE yang menjerat terdakwa. Sebab, Ira Simatupang sendiri yang meminta surat izin praktiknya (SIP) di RSU Kabupaten Tangerang dicabut, dan mulai mengirimkan email fitnah tersebut.
Demikian hal itu terungkap dalam sidang lanjutan penyalahgunaan ITE yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Kamis (22/3). Kali ini, empat saksi dihadirkan untuk membuktikan penyalahgunaan ITE yang lakukan mantan karyawan honorer RSU Kabupaten Tangerang tersebut.
Mereka adalah Direktur Utama (Dirut) RSU Kabupaten Tangerang Mamahit, isteri Josep Talangi Shirley Ivonne Moningkey, Karyawan bagian Informasi dan Teknologi  RSU Kabupaten Tangerang Herry Susanto dan Dokter RSUD Balaraja Raden Wawan Kurniawan. Namun, dua nama terakhir ditunda keteragannya hingga Kamis (29/3) mendatang.
Dalam sidang itu juga terungkap bahwa, setelah pihak RSU Kabupaten Tangerang mengontrak Ira Simatupang per 2 April 2007 sampai April 2008 sebagai tenaga honorer, kerap menjalin hubungan khusus dengan Josep Talangi.
Namun, setelah Josep memutuskan hubungannya dengan Ira sekitar tahun 2008, terdakwa mulai mengirimkan email kepada puluhan orang, termasuk beberapa dokter di lingkungan RSUD Kabupaten Tangerang yang berisikan fitnah dan menjelek-jelekan sejumlah dokter di RSUD Tangerang, temasuk Bambang Gunawan (pelapor), Mamahit, Shirley Ivonne Manongkey.
“Saya sendiri menerima email dari Ira di akun saya. Di sana dia menyebut-nyebut saya, Bambang Gunawan, dan beberapa dokter telah membuatnya putus kuliah. Padahal, secara prosedural dia mengajukan diri untuk mencabut SIP-nya sendiri. Kami juga heran, kenapa kami dituding dan dijelek-jelekkan, padahal ini bukan urusan kami lagi,” kata Mamahit di hadapan majelis sidang.
Ketika hakim yang dipimpin Ketua PN Tangerang Ridwan Ramli menanyakan, apakah pihaknya tidak keberatan dengan isi email yang menyebut namanya itu. “Saat pertama menerima saya kira itu urusan pribadi, dan tidak ada urusannya dengan dirinya. Namun demikian, Mamahit memang merasa, email itu membuatnya pihaknya tidak enak dan khawatir dapat membentuk opini tak baik masyarakat tentang RSU Kabupaten Tangerang.
“Yang merasa tersinggung dengan tulisan di email Ira, hanya Bambang Gunawan yang banyak disebut menyebabkan sekolah Ira terputus karena urusan pribadinya. Saya secara pribadi dan institusi hanya menganggap ini fitnah. Jadi tidak mau ikut campur. Apa lagi, tuduhan yang dituliskan terdakwa dalam emailnya sama sekali tidak benar adanya,” tegas Mamahit.
Selanjutnya, dalam keterangan saksi Shirley Ivonne Moningkey, juga menyebutkan bahwa apa yang ditulis dalam email tidak ada yang tepat. Sebaliknya, Ira dianggap memutarbalikan fakta dalam email-emailnya.
“Saya pribadi tercangang saat awal 2008 dikirimi email secara bertubi-tubi oleh terdakwa. Isinya ancaman, fitnah, dia menyebut saya pelacur dan ada hubungan dengan Bambang Gunawan yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan masalah pribadinya. Makanya, suami saya melaporkan dia ke Polda atas tuduhan pencemaran nama baik. Lantas ia sendiri yang meminta berdamai. Saya juga heran, apa maksudnya ia kemudian mengirim email fitnah kepada puluhan orang? Dengan kemasan yang tidak faktual semua,” terang Ivonne Manongkey.
Sayangnya, ketika Ivonne akan menerangkan lebih lanjut soal hubungan Ira dengan Josep Talangi sampai adanya desas-desus kasus upaya pemerkosaan terhadap Ira, Hakim menyetop kasus itu. “Jadi tidak ada itu pemerkosaan,” tanya Hakim kepada Ivonne.
Dan dijawab tegas, “tidak ada. Kami sudah berdamai atas permintaan terdakwa. Tapi, ia malah mengirimkan emali yang tidak benar,” terang Ivonne.
Mendengar jawaban itu, hakim kemudian memangkas alur cerita di luar kasus ITE yang menjerat terdakwa. Ridwan Ramli meminta agar dalam persidangan tersebut, baik Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kuasa Hukum Ira Simatupang dari Kantor Pengacara Oce Kaligis, para saksi, bahkan terdakwa sendiri, tidak lagi menyinggung proses selingkuhan Ira-Josep sampai putusnya kuliah Ira karena itu di luar kasus ITE yang menjerat terdakwa.
“Semua sudah jelas bahwa, bahwa tidak ada kaitannya kasus ITE ini dengan peristiwa pribadi yang dialami terdakwa. Jadi fokus saja pada permasalahannya. Karena urusan pribadi terdakwa dengan Josep sudah saling damai,” tegas Ridwan Ramli.
Sementara itu, terdakwa Ira Simatupang yang diberikan kesempatan bicara oleh Hakim, membantah keterangan para saksi. Menurutnya, dirinya diberhentikan dari RSU Kabupaten Tangerang karena dianggap melakukan perbuatan tidak terpuji dan bermasalah. “Saya sudah mengajukan perjanjian kontrak selama 10 tahun di RSUD Kabupaten Tangerang. Tapi diberhentikan dengan alasan perbuatan tidak terpuji,” ungkapnya.
Sidang akan dilanjutkan pada Kamis (29/3) mendatang, masih dengan agenda mendengar keterangan saksi, antara lain Karyawan bagian Informasi dan Teknologi  RSU Kabupaten Tangerang Herry Susanto dan Dokter RSUD Balaraja Raden Wawan Kurniawan, yang keterangannya ditunda saat sidang Kamis (22/3) lalu.(pane/susilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.