Duh, Raskin Dijual Rp 2500/Liter

SETU,SN Penjualan beras untuk warga miskin (Raskin) di Kota Tangerang Selatan (tangsel) tidak wajar. Satu liter maupun satu kilogram beras dijual sebesar Rp2.500/kilogram (kg) dari harga yang seharusnya Rp1.600/kg kepada Rumah Tangga Sasaran (RTS). Parahnya lagi, Setiap RTS hanya dijatah 4 liter atau kilo saja.
Penggelembungan itu diduga dilakukan oknum pemerintah desa/kelurahan dengan memerintahkan kepada petugas untuk menaikkan harga eceran yang sudah ditentukan pemerintah.
Di Desa Keranggan Kecamatan Setu, Raskin dijual oleh petugas di setiap Rukun Tetangga (RT) secara terang-terangan sebesar Rp2.500/liter. Setiap RTS hanya boleh membeli maksimal 4 liter. Seperti dialami Nr (27), warga RT.02/01. Dia mengaku harus menyiapkan uang cash Rp10 ribu untuk mendapatkan 4 liter Raskin.
“Saya sama ibu-ibu lainnya gak boleh beli melebihi dari 4 liter oleh petugas. Dan itu sudah berlangsung sejak lama sekali,” celoteh ibu rumah tangga yang mengaku seminggu yang lalu baru saja membeli raskin dari petugas.
Sepengetahuannya, penjualan Raskin dengan harga Rp2.500, tidak hanya terjadi di RT tersebut, namun juga terjadi di RT-RT lainnya di desa itu. “Semua dijual dengan harga yang sama setiap ada penjualan Raskin,” terangnya diamini Ah, Hsn, Hdj dan sejumlah ibu rumah tangga lainnya.
Kasus yang sama juga terjadi di Kelurahan Bambu Apus Kecamatan pamulang. ES, (45), warga RT 01/02, mengaku membeli raskin Rp2.500. ”Saya belinya Rp2.500 setiap liter. Ga tau harga sebenarnya berapa,” terang ES kepada koran ini.
Wanita dua anak ini mengaku walau kualitas raskin rendah tapi dia tidak mempunyai pilihan selain membeli beras tersebut. ”Berasnya apek dan nasinya keras dikunyah. Tapi karena untuk mengirit pengeluaran terpaksa saya beli,” terangnya juga.
Berdasar ketentuan harga per liter raskin dipatok Rp 1.600. Sedangkan, penerima raskin di Kota Tangsel berjumlah 16.603 RTS dengan jatah 211.939 kilogram. Saat dikonsultasikan terkait melambungnya harga Raskin, salah seorang jaksa di Kejaksaan Negeri Tigaraksa, mengungkapkan harga jual Rp2.500 itu tidak wajar. Pemerintah di Kota Tangsel  baiki di tingkat kecamatan, desa/kelurahan hingga kebawahnya ataupun petugas di lapangan tidak boleh menjual beras untuk warga miskin tersebut melebihi pagu yang sudah ditetapkan, yakni Rp1.600.
“Tidak boleh menjual melebihi dari harga yang sudah ditetapkan,” tegas pria yang menjabat salah satu Kasi di Kejari Tigaraksa tersebut. “Untuk lebih detailnya coba nanti tanya langsung ke Kepala Kejari atau ke bagian intel,” imbuhnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Bulog Sub. Drive Tangerang, Irwansyah menuturkan, terkait harga penjualan, pihaknya mengaku tidak tahu menahu. Bulog hanya mengirimkan beras sesuai kebutuhan pemerintah daerah.
“Kalaupun ada penjualan diluar harga yang ditetapkan itu diluar kewenangan Bulog. Kami juga tidak berhak menutup ataupun mengurangi Pengiriman distribusi Raskin,” kilah Irwansyah melalui telpon genggamnya.(hendra/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.