Siswa SD Tewas Tenggelam

SERPONG, SN Muhammad Fahri Ramadhan (6) tewas tenggelam di danau bekas galian pengembang perumahan PT Bintaro Jaya. Anak kedua pasangan Sudirman (34) dan Ria (28) itu ditemukan tak bernyawa dengan kondisi badan membiru di Kampung Dongkal, Kelurahan Pondok Jagung, Serpong Utara, Kota Tangsel, Selasa siang (27/3).
Menurut Bayu (20), warga RT02/RW05 sekaligus saksi yang membantu mengevakuasi jasad siswa SD tersebut, sekitar pukul 13.30 WIB korban serta tiga temannya pergi menuju area bekas galian tersebut. Sebenarnya korban sudah dilarang untuk tidak bermain kedaerah itu, selain masih panas kondisinya juga masih sepi belum ada yang mancing.
“Tadinya bermain di sekitar rumah, tapi temen-temennya mengajak bermain ke tempat itu, padahal sudah dilarang, karena cuacanya panas. Sebelum kejadian, almarhum sempat meminta saya ikut, mungkin maksudnya supaya menjaga dan memperhatikan, tapi karena disuruh mertua untuk beli gas jadi tidak bisa menjaga mereka,” ungkapnya.
Menurutnya, saat pulang, kakak korban menangis minta tolong supaya menyelamatkan adiknya yang tenggelam. “Waktu di sana teman-temannya hanya diam dan takut membantu korban,” ungkapnya.
Ketua RT04/RW05 Rendi Surahman (48) mengatakan, warga sempat kesulitan menemukan korban yang tenggelam dengan kedalaman 145 cm, namun karena banyak yang membantu dapat ditemukan. “Sekitar 15 menit korban tenggelam, dan itupun ditemukan di dasar danau,” ujarnya.
Katanya, untuk menjaga hal yang tidak diinginkan lagi, warga dan ketua RT, RW serta lurah setempat akan membicarakan upaya pencegahan terjadinya korban lagi. “Sebaiknya area tersebut dipagar sehingga anak-anak tidak lagi bermain di area itu,” ungkapnya.
Menurut Lurah Pondok Jagung Djasan mengatakan, kelurahan akan intensif lagi mengimbau warga supaya menjaga dan memperhatikan anak-anaknya, agar tidak bermain di area bekas galian tersebut. “Kondisi area itu sangat terbuka dan dekat sekali dengan pemukiman warga, untuk itu para orang tua harus lebih tegas terhadap anaknya,” ujarnya.
Kalau untuk pemagaran, kata Djasan, kelurahan tidak memiliki biaya tapi kelurahan akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah terjadinya kembali tenggelamnya anak di bekas galian itu.
Kapolsek Serpong AKP Niko Andriano Setiawan membenarkan adanya anak yang tenggelam di Pondok Jagung, dan kejadian tesebut murni karena musibah. “Peristiwa tenggelamnya anak tersebut karena musibah, dan keluarganya tidak mau untuk diotopsi serta melaporkan ke pihak Kepolisian,” paparnya.(cr13/BN/susilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.