3.500 Personil Dikerahkan

SERANG,SN Sebanyak 3500 aparat gabungan dari Polda Banten, TNI Korem 064/MY, Satpol PP dan Dishub Banten dikerahkan untuk mengamankan gejolak sosial menjelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak  (BBM) pada 1 April 2012. Pengerahan pasukan keamanan ini ditandai dengan apel gelar pasukan di Alun-alun Barat Kota Serang, Kamis (29/3).
Apel gelar pasukan ini dipimpin langsung Kapolda Banten Brigjen Polisi Eko Hadi Sutedjo dan dihadiri Danrem MY 064 Banten Kolonel INF Joko Warsito, Sekretaris Daerah Banten Muhadi, Kepala Badan Nasional Narkotika Provinsi Banten Kombes Herru Februanto, Badan Kordinasi Pimpinan Daerah, para Kapolres se Banten, dan beberapa pejabat di lingkungan pemerintah Provinsi Banten.
“Gejolak sosial pasti akan timbul menjelang kenaikan harga BBM. Karena itu diperlukan keseriusan dan kesiapan jajaran keamanan dalam rangka mengantisipasi situasi Kambtibmas di Banten,” kata Kapolda Banten Brigjen Pol Eko Hadi Sutedjo kepada wartawan usai memimpin apel, kemarin.
Eko menyatakan, gejolak kenaikan harga BBM ini perlu menjadi fokus pengamanan terutama untuk pengamanan aksi-aksi penolakan kebijakan kenaikan BBM yang bisa berujung kepada penyandraan mobil pendistribusian BBM serta kegiatan penimbunan BBM. “Termasuk melakukan pengamanan di titik tertentu yaitu di depo pertamina, SPBU dan objek-objek vital lainnya yang ada di Banten,” ujarnya.
Eko meminta anggotanya agar dalam pengamanan aksi unjukrasa tidak menggunakan senjata, namun menggunakan peralatan yang memang disiapkan untuk melakukan pengamanan unjuk rasa seperti water canon dan gas air mata. “Kepada masyarakat yang melakukan aksi unjukrasa diharapkan tidak anarkis apalagi merusakn fasilitas umum,” harapnya.
Danrem 064/MY Banten Kolonel INF Joko Warsito menambahkan, jika pihaknya sudah siap membantu pihak kepolisian melakukan pengamanan hingga situasi kondusif. “Kami sudah menurunkan anggota di setiap SPBU untuk melakukan pengamanan yang sama seperti pihak kepolisian,” kata Joko.
Sementara, Tim Buru Sergap (Buser) Polres Lebak mengamankan M Husen bin Asjaya, 38, supir perusahaan penambangan pasir, warga Desa Numpak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak karena telah menyalahgunkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar untuk perusahaan/ industry Rabu (28/3).Dari tangan tersangka polisi mengamankan sebanyak 192 liter solar yang disimpan di 6 drigen.
Informasi yang dihimpun, kasus penyalahgunaan BBM ini terungkap hasil operasi Dian Kalimaya 2012 yang dilakukan jajaran Polres Lebak di setiap SPBU.Dari hasil operasi ini, polisi melihat M Husen yang datang dengan menggunakan motor berkali-kali ke SPBU Mandala, Kecamatan Cibadak , Kabupaten Lebak dan membeli solar bersubsidi dengan menggunakan drigen.
Polisi yang curiga akhirnya mengikuti pelaku saat keluar SPBU, benar saja sebanyak 6 dirigen (192 liter) yang dibeli pelaku di SPBU itu, kemudian dipindahkan ke mobil pick up (grand max warna merah). Setelah itu, solar bersubsidi untuk masyarakat tersebut kemudian dikirim oleh pelaku ke lokasi penambangan pasir di Desa Kopi, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak untuk digunakan alat berat milik perusahaan pertambangan. Polisi yang melihat kejadian itu, langsung menangkap pelaku berikut barang buktinya.
Kapolres Lebak Ajun Komisaris Besar Yudi Hermawan mengatakan, masih terus melakukan pengembangan dalam kasus ini.”Untuk saat ini baru satu orang yang dijadikan tersangka yaitu supir mobil yang membawa BBM, tidak menutup kemungkinan tersangka itu bisa bertambah,”kata Yudi.
Yudi menambahkan, penyalah gunaan BBM bersubsidi yang dilakukan tersangka telah melanggar Undang-Undang, nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas) dengan ancaman 6 tahun penjara.”Untuk dendanya bisa mencapai miliar rupiah,”katanya.(eman/fah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.