Dominasi Laga, Persita Kalah

TEMBILAHAN,SN Daya juang tinggi tak cukup untuk Persita memenangi pertandingan melawan Persih Tembilahan di Stadion Beringin, Kamis (5/4). Harapan Pendekar Cisadane mencuri poin kandas setelah takluk dengan skor tipis 0-1 dalam leg perdana putaran kedua Divisi Utama PT Liga Indonesia.
Skuad tim Pendekar Cisadane memang membutuhkan poin. Itu guna menjaga jarak dengan para pesaingnya di papan atas seperti PSIM Yogyakarta, Persebaya Surabaya, dan Persiku Kudus.Tambahan satu poin saja, sebenarnya mampu membawa Persita berada di posisi kedua klasemen sementara Grup I.
Tim Ungu pulang dengan tangan hampa karena Persih berhasil mengakhiri duel dengan skor 1-0. Dengan demikian, Pendekar tertahan di posisi ke empat dengan poin 21 dari 12 laga yang dimainkan.
Adalah Andi Rachmatullah yang mengandaskan ambisi Pendekar Cisadane bisa menyodok ke posisi kedua. Gol tunggalnya di menit ke-21, tak mampu dibalas tim besutan Elly Idris hingga peluit panjang dibunyikan wasit M Adung.
Kubu Persita tampak meradang dengan hasil yang diraih Luis Edmundo dan kawan-kawan. Soalnya, kekalahan tersebut dinilai menyakitkan mengingat pasukan tim Ungu berhasil mendominasi permainan.
“Sebenarnya, kami unggul dalam hal penguasaan bola. Buktinya, kami kuasa hingga 70 persen. Tapi hasil akhir tidak berpihak kepada kami,” ungkap Pelatih Persita, Elly Idris.
Menurut mantan arsitek Persibom Bolaang Mongondow tersebut, sedikitnya sembilan peluang gol berhasil diciptakan pasukannya. Tapi lemahnya penyelesaian akhir membuat semua peluang melayang. Seperti peluang yang didapat Rishadi, 90 persen seharusnya jadi gol. Tapi peluang di menit ke-72, gagal dimaksimalkan pemain U-23 era pelatih Alfred Riedl.
Sementara itu, tuan rumah yang minim peluang justru berbuah hasil. Usai memanfaatkan kesalahan komunikasi barisan belakang Persita, Andi berhasil memperdayai kiper Tema Mursadat.
“Benar-benar sangat disayangkan hasil ini,” tandas Elly Idris. Namun dia mengakui, lemahnya penyelesaian akhir para penyerangnya bukan tanpa alasan. Menurut pemain Timnas era 80-an itu, saat meladeni Persih kondisi skuad timnya tidak dalam puncak permainan.(bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.