29 Ketua DPC PAN Mundur

PANDEGLANG,SN Sebanyak 29 dari 35 Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Amanat Nasional (PAN) di Kabupaten Pandeglang menyatakan mengundurkan diri, menyusul ditempatkannya Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD)  PAN Kabupaten Pandeglang secara sepihak oleh DPP PAN dan tanpa melalui Musyawarah Daerah (Musda). Ketua DPC PAN yang mengundurkan diri tersebut adalah, Ketua DPC Cigeulis, Labuan, Angsana, Panimbang, Menes, Munjul, Patia, Carita, Pagelaran, Karangtanjung, Mekarjaya, Kaduhejo, Pandeglang, Banjar, Sukaresmi, Majasari, Jiput, Mandalawangi, Koroncong, Cibaliung, Cadasari, Cimanuk dan Ketua DPC PAN Cikeusik.
Wakil Ketua DPD PAN Kabupaten Pandeglang Eka Yudia, ketika dihubungi wartawan melalui telepon genggamnya Minggu (8/4) mengatakan, sejak akhir pekan lalu puluhan Ketua DPC PAN menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan, sekaligus keluar dari keanggotaan PAN.
Eka menerangkan, kisruh di tubuh PAN Pandeglang bermula ketika dilaksanakannya Musda PAN pada April 2011 lalu yang mengalami deadlock. Chaerul Rozak selaku utusan DPP terangnya, hanya merekomendasikan Ending Prawira dari empat nama calon Ketua DPD PAN lainnya yakni, Uid Muftiwdya, Sofyan, Ade Lutfi dan Encep Waas.
“Meski secara formal belum ada pengajuan pengunduran diri, tetapi secara lisan  29 Ketua DPC PAN menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan dan keanggotan PAN. Bahkan tadi sore (kemarin, red) ada penambahan 3 Ketua DPC lagi yang mengundurkan diri. Hal itu bermula ketika saudara Ending Prawira ditetapkan secara sepihak menjadi Ketua DPD oleh DPP PAN, pada Jumat  6 April lalu,” kata Eka.
Dikatakannya, penetapan Ending Prawira sebagai Ketua DPD PAN sangat tidak beralasan dan dinilai tidak demokratis. Pasalnya penetapan tersebut tidak melalui Musda dan juga mengenyampingkan empat orang bakal calon Ketua DPD lainnya. Dampak negatifnya bagi  partai akan mempengaruhi kredibiltas PAN di daerah, sehingga mempengaruhi  suara pada Pemilu ataupun Pilpres nanti.
“Kami berharap DPP turun ke daerah untuk menampung aspirasi para Ketua DPC. Karena sebetulnya kami berharap, dalam pemilihan Ketua DPD itu berjalan melalui Musda yang demokratis, tidak seperti penetapan sepihak oleh DPP,” tukas dia.
Ditambahkannya, sikap DPP yang secara sepihak menetapkan Ketua DPD Pandeglang itu sangat gegabah dan membiarkan “bola panas” terus menggelending, yang justru akan menggerus citra partai. “Jujur, saya sebagai kader tidak menginginkan partai ini hancur. Namun dengan sikap DPP yang sepihak itu, justru akan merusak citra partai sendiri,” pungkasnya.(ari/bnn/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.