Gadis Berjilbab Tewas Digorok

LEGOK, SN Seorang perempuan bejilbab putih ditemukan tewas di tengah sawah Kampung Ciangir RT 02/04 Desa Ciangir Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang, Sabtu (7/4). Saat ditemukan korban dalam kondisi mengenaskan dengan leher nyaris. Diduga, korban merupakan korban pembunuhan.
Tidak ada satupun identitas yang menempel di tubuh gadis malang ini. Saat ditemukan korban mengenakan jilbab, celana jeans hitam dan baju warna hijau tua. “Korban pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pukul 06.00 pagi saat hendak mencangkul di sawah. Kemudian warga melapor ke kepala desa setempat,” ungkap Suhardi, Kepala Desa Ciangir di lokasi kejadian, Sabtu (7/4).
Tidak lama, kata Suhardi, petugas Polsek Legok tiba di lokasi. Kemudian petugas melakukan identifikasi pada tubuh korban. Diantaranya dengan melakukan identifikasi sidik jari. “Kami tidak mengenali jasad korba. Kami yakin korban bukan warga kami,” jelas Suhardi.
Untuk kepentingan penyelidikan, selanjutnya jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tangerang untuk diotopsi. Kasus penemuan mayat yang diduga pembunuhan, kini ditangani oleh Polsek Legok dan Polresta Tangerang.
Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Shinto Silitonga menjelaskan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan terkait ditemukannya mayat perempuan tersebut. “Kami belum bisa menyimpulkan apapun terkait kasus ini, kami masih melakukan penyelidikan termasuk masih mencari identitas korban,” jelas Shinto, Minggu (8/4).
Pada tubuh korban ditemukan sejumlah bekas kekerasan. “Diduga korban pembunuhan, mengingat terdapat bekas kekerasan pada tubuhnya,” tambah Shinto.
Shinto mengatakan, pada pelipis korban terdapat luka memar. Sementara pada bagian leher terdapat luka bekas sayatan benda tajam. “Rambut sebagian terpotong,” imbuhnya.
Korban diperkirakan tewas belum lama. Hal ini dikarenakan jasad korban masih dapat dikenali. “Wajahnya masih bisa dikenali dengan jelas,” tambahnya.
Menurut Shinto, pengungkapan identitas korban bisa menjadi kunci untuk bisa mengungkap kasus ini. “Karena tidak adanya identitas di tubuh korban, sampai saat ini kami belum bisa mengungkap identitas korban. Kami juga telah menyebar foto korban ke seluruh unit kepolisian untuk bisa dikenali oleh keluargannya,” jelas Shinto.
Endang, petugas kamar mayat RSU Tangerang mengatakan, hingga saat ini jenazah korban masih ada di mesin pendingin RSU Tangerang dan belum ada pihak yang mengaku sebagai keluarga korban. “Telah ada lebih dari 5 orang yang datang untuk memastikan apakah korban adalah keluargannya. Namun hingga saat ini belum ada yang mengakui,” jelas Endang.
Endang sendiri mengatakan bahwa ciri-ciri korban adalah perempuan berumur 17 hingga 20 tahun dengan tinggi 155 centimeter, berkulit putih dengan rambut sebahu. (hendra/fajar/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.