Larang Pejabat Pakai BBM Bersubsidi, Tim BBM Pertamax Dibentuk

SERANG, SN Himbauan agar pejabat di Banten tidak menggunakan BBM bersubsidi mulai ditindaklanjuti. Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah membentuk tim yang bertugas mengkaji regulasi tentang pengalihan bantuan operasional BBM pejabat dari premuim ke pertamax.
Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Provinsi Banten Zaenal Mutaqin mengatakan, selama ini rata-rata bantuan operasional untuk BBM bagi para pejabat di Banten mulai eselon satu sampai eselon tiga, sekitar Rp400.000 sampai Rp600.000 setiap bulannya, dengan perhitungan pembelian BBM untuk premium Rp4.500 per liter.
“Jika memang nanti ada regulasi untuk tidak menggunakan premium atau harus beralih ke pertamax bagi pejabat, tentunya biaya yang harus dikeluarkan akan membengkak,” kata Zaenal, Senin (9/4/2012).
Akan tetapi, menurut Zaenal, regulasi untuk itu belum ada karena baru sebatas himbauan. Namun, gubernur sudah membentuk tim untuk melakukan kajian dalam menyiapkan regulasi di tingkat daerah, untuk mengantisipasi kalau suatu saat ada peraturan dari pusat yang mengaruskan para pejabat atau mobil dinas agar tidak menggunakan BBM bersubsidi.
“Ini juga nanti akan dibahas di APBD Perubahan, untuk mengantisipasi khawatir nanti ada peraturan. Tim terdiri dari Asda 1, Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Dinas Perhubungan dan Dinas Pertambangan,” katanya.
Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Muhadi mengatakan, secara lisan gubernur telah menyampaikan himbauan kepada para pejabat Banten untuk tidak gunakan BBM subsidi.
Muhadi mengungkapkan, saat rapat koordinasi dengan sejumlah SKPD, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah secara lisan sudah menyampaikan imbauan kepada para pejabat untuk tidak menggunakan BBM subsidi. Namun, regulasi atau ketentuan secara resmi terkait masalah tersebut belum ada. “Ibu Gubernur juga sudah membuat himbaun untuk melakukan penghematan dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan pelaksanaan program pembangunan di Provinsi Banten. Itu bagian dari tindak-lanjut imbauan presiden untuk melakukan penghematan,” ujarnya.(eman/fah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.