120 Imigran Gelap Diungsikan ke Bogor

SERANG, SNOL Sebanyak 120 imigran gelap dari Afghanistan yang saat ini berada lokasi penampungan di Hotel Ferry Merak, Kota Cilegon, akan diungsikan ke Gria Bukit Jaya Gunung Putri Bogor, hari ini (12/4).
“Itu hasil koordinasi yang kami lakukan dengan IOM (International Organization For Migration). Jika besok (hari ini,red) 120 Imigran itu dari tempat penampungan akan diungsikan ke Griya Bukit Jaya Gunung Putri Bogor,” kata Kepala Imigrasi Serang, Renung Widodo kepada wartawan, Rabu (11/4).
Renung menyatakan, selama di tempat penampungan dan pengungsian nanti, kebutuhan imigrasi dari Afghanistan itu akan difasilitasi IOM. Baik untuk kebutuhan makanan maupun yang lain. “Kami juga akan memfasilitasi para imigran ke lokasi pengungsian di Gria Bukit Jaya Gunung Puti Bogor hari ini. Jadi untuk malam ini (kemarin,red) mereka masih berada di lokasi penampungan di Merak,” ujarnya.
“Kami cukup rumit adanya para imigran itu. Makanya, kami bersama IOM akan segera melakukan pendataan kepada imigran untuk dikembalikan ke daerah asalnya,” katanya.
Seperti diketahui, kapal yang membawa 120 imigran gelap dari Afghanistan tenggelam setengah di Perairan panaitan, Kabupaten Serang. Selama di laut imigran gelap itu terombang ambi, kemudian ada kapal penolong NP datang sekitar pukul 08.00 WIB Senin (9/4) hingga akhirnya imigran itu tiba Pelabuhan Indah Kiat Merak sekitar pukul 03.00 WIB, Selasa (10/4).
Kabag Bin Ops Dit Polair Polda Banten AKBP Taswin mengungkapkan, pada saat kapal penolong tiba di lokasi tenggelamnya kapal, sebenarnya terdapat 80 imigran yang sudah jatuh ke air dan 40 orang lainnya berada di kapal. Sebab posisi kapalnya baru setengah yang tenggelam.
Setelah 80 imigran yang berada di air sudah dievakuasi, petugas kemudian berupaya mengevakuasi imigran yang ada di kapal. Namun 40 imigran yang berada di kapal enggan untuk dievakuasi, imigran tidak ingin dievakuasi karena tujuan mereka bukanlah perairan indonesia melainkan Cristmas Island yang berada diperairan Australia.
Kapal yang digunakan para imigran gelap ini adalah kapal Hermia Singapore,setelah melakukan perundingan yang alot akhirnya para Imigran Gelap ini dapat dievakuasi ke daratan. “Jadi hanya 120 orang yang mau dievakuasi ke Pelabuhan Merak,” kata Taswin.
Taswin menyatakan pihaknya sudah melakukan penahanan terhadap 4 WNI yang ketahuan membawa 120 imigran gelap Afghanistan ini. Mereka adalah bernisial YL, AL, YP, dan JS. Ke empatnya warna Nusa Tenggara Timur (NT). Mereka membawa imigran gelap ini atas perintah seseorang yang masih buron.
“Kami sudah mengamankan mereka di Polair Banten untuk diproses pemeriksaan lebih lanjut. Jika terbukti diketahui membawa imigran gelap masuk ke Indonesia akan dijerat Pasal 120 UU No 6 tahun 2011 tentang imigrasi,” ujarnya.(eman/fah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.