Belasan Spanduk Roboh, MTQ Terganggu Cuaca Buruk

TIGARAKSA,SNOL Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Banten ke IX pada hari kedua (13/4) terhambat cuaca buruk. Sejumlah spanduk ucapan pelaksanaan MTQ Banten ke IX di jalan protokol roboh.
Panitia terus mewaspadai terjangan angin kencang yang muncul disertai hujan lebat dan petir. Musim hujan yang tidak menentu menjadi ancaman bagi kelancaran pelaksanaan MTQ Banten ini.
“Hujan memang menjadi ancaman bagi kelancaran acara MTQ Banten ke IX ini. Untuk itu panitia tetap waspada dalam pelaksanaannya. Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun belum ada yang sampai dihentikan,”kata Uyung Mulyardi Ketua Pelaksana MTQ Banten ke IX.
Sejumlah spanduk ucapan pelaksanaan MTQ Banten ke IX di Jalan Protokol menuju Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang roboh. Hal itu diakibatkan terjangan hujan deras disertai angin kencang dan petir sejak pukul 13.00 dan pukul 15.57.
Pelaksanaan MTQ ini kata Uyung, terbagi di 11 titik yakni, panggung utama di Lapangan Maulana Yudha, gedung DPRD, Mesjid Kelurahan Kaduagung, Graha Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Gedung Badan Usaha Daerah (BUD), Gedung Binamarga dan Pengairan, Aula Parakan, Mesjid Agung Al Amjad, gedung KONI, GSG Pemkab Tangerang dan Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD).
“Sejauh ini panitia dari provinsi belum ada yang minta dievakuasi. Meski hujan turun cukup deras hari ini. Kalau memang perlu dievakuasi, panitia akan mencarikan lokasinya,”kata Uyung.
Khusus di panggung utama, memang paling terkendala kalau hujan. Karena pementasannya dilakukan di panggung terbuka. Kendati seringkali diserbu cuaca buruk, seperti hujan deras dan disertai angin kencang, Uyung berharap acara MTQ Banten bisa tetap berjalan. “Dampaknya tidak parah, sebentar hujan sebentar reda. Terlebih lokasi lainnya juga di dalam gedung,”tuturnya.
Wakil Ketua Umum Tim Kafilah Kabupaten Tangerang, H. Agus Salim mengatakan, pihaknya juga ikut memantau jalannya MTQ. Pihaknya khawatir jika ada angin kencang yang menerbangkan tenda dan fasilitas lainnya. “Was-was saja kalau angin kencang, smeua fasilitas pada terbang. Mudah-mudahan tidak sampai terjadi hal itu,”harapnya. (fajar aditya/susilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.