Syamtani, Pendiri Persikota Berpulang

Suasana duka menyelimuti insan sepakbola Tangerang. Haji Syamtani bin Sadelih (65), salah seorang tokoh di balik berdirinya Persikota Tangerang berpulang ke rahmatullah akibat komplikasi paru-paru serta tumor yang dideritanya.
Syamtani meninggal dunia di rumah sakit persahabatan Jakarta Timur, Kamis (12/4) sekira pukul 11.30 WIB. Bapak empat anak itu menghembuskan nafas terakhirnya setelah sempat dirawat di RS Persahabatan sejak 3 April 2012. Pencipta logo Persikota itu mulai jatuh sakit ketika menjadi panitia pertandingan Persikota versus Persitara di Stadion Benteng, 7 April 2012 lalu.
“Bapak masuk ke rumah sakit persahabatan, tiga hari sejak anak saya lahir, mungkin sekitar tanggal 3 April. Beliau menderita komplikasi paru-paru dan ada tumor,”ungkap Firman, salah seorang putra H Syamtani di rumah duka di RT 05/01 No 9 Kelurahan Mekarsari Kecamatan Neglasari. Setelah sempat disemayamkan, jenazah almarhum dimakamkan di makam keluarga di Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda selepas shalat Jumat.
Di mata rekan-rekannya, Syamtani dikenal sebagai sosok yang gigih dalam mengurus sepakbola. Ketua Pengcab PSSI Kota Tangerang, Ahmad Marju Kodri mengatakan, mantan penjaga gawang Porpat Pasar Anyar di era 1970 an itu tidak cepat lelah mengurus sepakbola yang sebenarnya sangat melelahkan.
“Beliau orangnya eager. Tidak cepat lelah dalam mengurus bola, dalam saat senang maupun saat sedih. Itu merupakan kelebihan beliau. Karena kita ketahui, ada pengurus bola yang hanya mau senangnya saja, tapi beliau tidak demikian,”ungkap Kodri yang pernah bekerjasama dengan Syamtani sebagai panpel di Persikota tersebut.
Kegigihan pria bertubuh sedang itu terlihat dari jejaknya yang cukup panjang dalam membangun dunia si kulit bundar di Tangerang. Mengawali karirnya sebagai penjaga gawang Persatuan Olahraga Pasar Anyar Tangerang (Porpat) di era 1970 an, warga RT 05/01 Kelurahan Mekarsari Kecamatan Neglasari kemudian terlibat sebagai pengurus klub bola seperti Persita dan Persikota.
Setelah sempat malang melintang di Persita, pada tahun 1994, Syamtani bersama tokoh-tokoh lain diantaranya Abas Sunarya mendirikan Persikota Tangerang. Dia kemudian menjabat sebagai Sekretaris Umum Persikota selama dua periode. Seterusnya, meski Persikota berulangkali berganti ketua umum, nama Syamtani tetap ada dalam kepengurusan. Terakhir, dia tercatat sebagai Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Persikota. Di saat yang sama, dia juga menjabat sebagai Wakil Ketua II PSSI Kota Tangerang.
“Beliau bisa jadi contoh bagi anak muda. Beliau ini orang yang baik. Kita merasa kehilangan. Dia adalah salah satu pendiri persikota. Mohon doa restunya. Diharapkan dengan tidak adanya pak Syamtani akan muncul tokoh-tokoh yang lain untuk membangun Persikota,”ujar Abas Sunarya.
Kehilangan tidak hanya dirasakan pecinta bola Kota Tangerang. Mantan manajer Persita, Komarudin mengatakan kepergian H Syamtani merupakan suatu kehilangan bagi sepakbola Tangerang.
“Saya adalah alah satu anak didiknya. Selama di Persita, beliau merupakan orang yang ringan tangan dalam membantu finansial. Kemudian di Persikota, beliau juga tetap membantu sekuat tenaga,”pungkas Komarudin.(gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.