3 Tempat Hiburan Malam Ditutup Paksa

CILEGON,SNOL Tiga tempat hiburan malam yakni Regent, Dynasti X3 dan Grand Merak, ditutup paksa oleh Satpol PP Kota Cilegon, Selasa (17/4). Ketiga tempat hiburan itu dinilai telah melanggar ketentuan yang telah ditetapkan.Kepala Satpol PP Kota Cilegon, Noviyogi mengatakan, penutupan ketiga tempat hiburan itu merupakan penegasan kembali atas Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan sebelumnya. SK dengan nomor 338/Kep.365-Pol.PP/2011 tentang penutupan penyelenggaraan hiburan di Hotel Regent yang beralamat di Jalam Ahmad Yani, Kelurahan Sukma Jaya, Kecamatan Jombang.
Selain itu, SK walikota Nomor 338/Kep.377-Pol.PP/2011 tentang penutupan penyelenggaraan hiburan di Dynasti X3 yang beralamat di Jalan S.A Tirtayasa Nomor 2 Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta. Sementara itu, Grand Merak Hotel ditutup paksa berdasarkan SK walikota nomor 338/Kep.326-Pol.PP/2011.
“Ketiga tempat hiburan ini telah melanggar SK walikota itu karena sudah beberapa kali diperingatkan tidak juga mengindahkan, akhirnya kami menutup kembali,” kata Novoyogi seraya menjelaskan penutupan tempat hiburan itu hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Bila tempat hiburan itu masih tetap melakukan aktivitasnya, Pemkot Cilegon tidak akan segan memberikan sanksi tegas. “Ketiga tempat hiburan ini juga menjadi sorotan masyarakat. Sebagaimana diketahui tempat hiburan ini juga pernah ditutup paksa oleh walikota langsung,” katanya.
Berdasarkan surat perintah walikota itu, dasar pertimbangan penutupan hiburan malam di antaranya Perda Nomor 2 tahun 2003 tentang Perizinan Penyelenggaraan Hiburan  dan Perda Nomor 5 Tahun 2001 tentang Pelanggaran Kesusilaan, Perjudian, Minuman Keras, Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya.
Terpisah, pihak Manajemen hotel Regent, Yakub ketika dimintai keterangan terkait penutupan tempat usahanya enggan berkomentar. Dia mengaku pasrah dengan penutupan yang dilakukan Satpol PP itu. “Mau bagaimana lagi, kami ikuti sajalah,” pasrahnya.
Di tempat lain, Manajer Dynasti X3, Lisa mengaku sejak satu minggu yang lalu tempat hiburan miliknya sudah dihentikan. “Setelah ada rapat hearing (dengar pendapat) dengan DPRD beberapa waktu lalu, kami langsung menutup tempat hiburan kami. Kami nurut saja dengan kebijakan pemerintah, karena memang kami yang salah,” tuturnya. (man/bar/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.