Puluhan Pelajar SMK Diamankan, Simpan Celurit di Bawah Jok Bus

CIPUTAT,SNOL Aksi corat-coret seragam sampai tawuran, bak tradisi pelajar untuk merayakan penghujung ujian nasional (UN) setiap tahun. Rabu (18/4), 80 pelajar SMK Sasmita Jaya Pamulang, Kota Tangsel diamankan petugas Polsek Ciputat dari dua bus Koantas Bima, karena kedapatan membawa celurit dan senjata tajam (sajam).
“Razia dilakukan untuk mencegah bentrokan antar pelajar usai pelaksanaan UN,” kata Kompol Alip, Kapolsek Ciputat.
Dari razia itu, petugas menyita 10 bilah celurit yang disimpan di bawah jok bus Koantas Bima. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah, dan mereka akan mendapat sanksi dari sekolah,” jelas Kapolsek.
Pihak Kepolisian hanya melakukan pendataan para pelajar tersebut, dan memanggil para orang tua murid. Selanjutnya memberikan pembinaan lalu dipulangkan. “Kami tidak tahan mereka dan lebih memberikan pengarahan, lalu menyerahkan mereka kepada sekolah,” katanya.
Seorang pelajar yang tertangkap razia itu berkilah, bahwa mereka bergerombol menaiki bus Koantas Bima semata menuju area Situ Gintung untuk merayakan acara kelulusan.
Mereka mengaku tidak berniat untuk melakukan aksi tawuran. Soal adanya puluhan celurit yang ditemukan di dalam bus tersebut, pelajar itu mengaku bukan miliknya. “Bukan punya kami itu celurit,” kata pelajar yang tidak mau namanya disebutkan.
Pembina Osis SMK Sasmita Jaya, Agung Budianto kepada wartawan menerangkan, pihaknya siap memberikan sanksi tegas kepada para pelajar yang terkena razia, dan terbukti membawa senjata tajam. “Kami akan beri sanksi tegas. Bila perlu dikeluarkan,” katanya
Agung mengatakan, untuk anak SMK Sasmita yang masih kelas 1 dan 2 yang terlibat aksi membawa senjata tajam dan melakukan aksi coret-coret, akan dikeluarkan dari sekolah, karena sudah melanggar untuk ketiga kalinya. “Kami sudah berunding dengan pihak sekolah, dan untuk anak kelas 1 dan 2 yang berjumlah 7 orang ini akan dikeluarkan. Kami mengeluarkan bukan tanpa peringatan, pihak sekolah sudah memberikan peringatan kepada mereka,” ungkapnya.
80 orang siswa SMK Sasmita Jaya masih diamankan di Mako Polsek Ciputat dan mulai dijemput oleh orang tua masing-masing. Orang tua siswa diminta untuk menandatangani surat pernyataan  untuk melakukan pembinaan terhadap anaknya, untuk tidak melakukan kembali pelanggaran hukum membawa senjata tajam dan melakukan tawuran pelajar.irm/BNN/susilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.