Imigrasi Tak Sanggup Bayar Biaya Hotel

CILEGON,SNOL Imigran asal Afganistan yang ditampung sementara selama satu minggu di Hotel Ferry Merak, akhirnya dipindahkan ke tempat penampungan imigran di empat wilayah yaitu Tanjung Pinang, Pekan Baru, Makasar, dan Kupang.
International Organization for Migration (IOM) dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) telah selesai melakukan pendataan identitas para imigran gelap itu. Pihak imigrasi pun mengaku tak sanggup lagi membayar biaya penginapan di hotel
Kepala Kantor Imigrasi Kota Cilegon, MT Setiawan kepada wartawan, Kamis (18/4) ketika ditemui di kantornya mengatakan, para imigran yang akan dikirim ke  Tanjung Pinang sebanyak 30 orang,  Makassar 30 orang, Kupang 20 orang dan Pekan Baru 10 orang. Sebagian imigran itu sudah diberangkatkan sejak Kamis malam. Sisanya akan diberangkatkan kembali secepatnya.
“Kenapa tidak ditampung di satu wilayah karena tempat penampungan yang ada saat ini seluruhnya penuh, jadi kami pisah-pisahkan meraka dulu,” ujarnya. Pemindahan dilakukan agar para imigran bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik dan layak. “Kalau imigran itu lama-lama menginap di hotel, kita juga tidak akan mungkin sanggup membayar penginapan mereka,” katanya.
Sesampainya di tempat penampungan, para imigran tersebut kemudian akan didata kembali. Apakah imigran itu akan dikirim ke negara ketiganya (Negara tujuan imigran itu, red) atau mereka dikembalikan lagi ke negara asalnya. “Itu bergantung negara ketiga, apakah mereka mau menerima atau tidak. Biasanya mereka tidak mau dikembalikan ke negara asalnya. Itu semua yang mengurus IOM dan UNHCR,” ujarnya.
Ditanya terkait para imigran yang kabur, Setiawan enggan berkomentar banyak.  Sejumlah imigran itu masih dalam pengejaran petugas kepolisian. “Kalau misalkan mereka tertangkap tidak akan ada sanksi buat mereka. Sebab mereka itu bukan tahanan,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepolisian Daerah Banten mengamankan 120 imigran gelap asal Afganistan pada Minggu (8/4). Mereka ditemukan terdampar di Perairan Laut Panaitan, Pandeglang setelah kapal kayu nelayan yang mereka tumpangi mengalami kebocoran dan imigran terombang-ambing di tengah lautan.
Beruntung ada Kapal MT Hermia yang melintas dan segera melakukan pertolongan. Oleh petugas, 120 imigran tersebut digiring ke Pelabuhan Indah Kiat, Merak untuk dilakukan penyelidikan.
Polisi hingga kini belum bisa menangkap sembilan imigran yang kabur dari Hotel Fery Merak. Dari 12 imigran yang kabur, baru tiga orang yang berhasil ditangkap kembali. Kesembilan imigran itu kini tidak diketahui keberadaannya.(man/bnn/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.