Rumdis Gubernur dan Wagub Dipertanyakan

SERANG, SNOL Pengamat politik Banten dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, Gandung Ismanto mempertanyakan fungsi keberadaan rumah dinas (Rumdis) jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. Mengingat, rumdis yang terletak di Kota Serang itu tidak difungsikan dengan baik.
“Sejak awal saya katakan, Gubernur dan Wakil Gubernur Banten berhak difasilitasi rumdis jabatan itu. Tapi kenyataan setelah rumdis itu ada, urgensi pembangunan dan peruntukannya tidak difungsikan layaknya rumdis,”kata Gandung dihubungi wartawan melalui sambungan telponya, Minggu (22/4).
Dengan mahalnya biaya pembangunan rumdis jabatan gubernur dan wakil gubernur dari sumber APBD Banten, mestinya menurut Gandung, keberadaan Rumdis itu digunakan secara maksimal. Baik sebagai tempat tinggal gubernur dan wakil gubernur selama menjabat, penerima tamu kenegaraan dan masyarakat Banten maupun yang lain.
“Itu sama sekali tidak ada fungsinya. Selama ini, ketika gubernur dan wakil gubernur menerima tamu kenegaraan baik dalam maupun luar negeri dan tamunya nginap, tidak diinapkan di rumah dinas, tapi di luar. Inikan sama saja pemborosan anggaran,”ujarnya.
Untuk rumdis jabatan gubernur dan wakil gubernur di luar daerah Provinsi Banten, lanjut Gandung, keberadaanya sudah berfungsi layaknya rumah pribadi. Sehingga, ketika masyarakatnya punya kepentingan tertentu bisa setiap saat menyampaikan ke gubernur dan wakil gubernur. Sedangkan, yang terjadi di Banten, Gubernur dan Wakil Gubernur Banten usai melakukan aktivitasnya, bukan pulang ke rumdisnya, namun pulang ke rumah pribadinya.
“Sebenarnya untuk rumdis jabatan gubernur dan wakil Gubernur Banten, saya lebih sepakat kalau statusnya sewa, bukan permanen. Karena, biayanya lebih ekonomis, sayang kan kalau rumdis permanan yang megah itu tidak diisi gubernur dan wakil gubernur Banten. Dan itu tidak sejalan dengan biaya pemeliharan rutin yang dianggarkan setiap tahunnya,”tuturnya.
Meski demikian, Gandung mengharapkan kepada gubenur dan wakil gubernur serta kepada Pemprov Banten untuk menggunakan rumdisnya sebagaimana direncanakan dalam pembangunannya. Sebab, setingkat Presiden dan Wapres saja, rumdisnya difungsikan. Bahkan, Istana Presiden di Bogor, sering dimanfaatkan untuk menginapkan tamu-tamu kenegaraan.
“Semuanya dibangun untuk kepentingan masyarakat, jadi keberadaan rumdis jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten di Kota Serang harus diisi biar dekat melayani masyarakat Banten. Jika tidak diisi, masyarakat Banten harus cermat untuk menyikapinya,”harapnya.
Diketahui, pembangunan rumdis jabatan gubernur Banten di Jalan Brigjen KH Samun atau tepatnya di belakang Pendopo Kota Serang, dibangun selama tiga kali anggaran yakni tahun 2010 hingga 2012 dengan menelan anggaran APBD Banten Rp 16,14 miliar.
Namun dari total besaran anggarannya, tidak semua diperuntukan bagi pembangunan rumdis karena pembangunan fisik rumdis hanya menelan anggaran Rp 9 miliar lebih, Rp 6 miliar lebih untuk penataan kawasan sekitarnya yang terdiri dari pembangunan sumur dalam, selasar penghubung, pekerjaan taman dan plaza, pengerjaan pagar kawasan, dan pekerjaan pembongkaran. Kini pembangunanya sudah rampung. Kemudian, rumdis jabatan Wakil Gubernur Banten sudah selasai dibangun sejak tahun 2010 lalu di Jalan A Yani, Kota Serang. Namun untuk alokasi anggaranya tidak diketahui.
Sementara, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman (DSDAP) Provinsi Banten, Iing Suwargi belum dapat memberikan penjelasan terkait keberadaan pembangunan rumdis jabatan gubernur dan wakil Gubernur tersebut. Tetapi sebelumnya dia menyampaikan jika fungsi keberadaan Rumdisnya untuk dijadikan sebagai tempat peristirahatan dan kegiatan kedinas lain. (eman/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.