Sopir Angkot Kepung Kantor Organda

BALARAJA,SN—Puluhan sopir Angkutan G.01 Jurusan Pasar Baru-Mauk, mengepung kantor sekretariat Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Tangerang di Jalan Perahu RT.01/01 Desa Sukamulya Kecamatan Sukamulya, Selasa (24/4). Mereka memprotes keberadaan trayek Grand Max Jurusan Pasar Baru-Kronjo yang dituding melanggar aturan.
Mereka datang sekitar pukul 11.30 Wib. Para sopir memprotes sikap Organda yang belum bisa menyelesaikan kisruh antara G.01 dengan Grand Max yang beroperasi dalam satu trayek.
Pemilik Angkutan G.01 Jurusan Pasar Baru-Mauk, Wibiksono mengatakan, awalnya Grand Max hanya menumpang trayek di rute G.01. Namun kemudian secara perlahan jumlah angkutannya bertambah hingga melebihi kuota angkutan G.01. “Kuota angkutan hanya 135 itupun sesuai dengan jumlah kuota kami. Tapi Grand Max melebihi kuota. Kami mempertanyakan izin operasi mereka,” ujarnya kepada Satelit News, kemarin.
Pihaknya meminta agar angkot Grand Max harus sesuai dengan trayek yakni sampai Kronjo. Kemudian tidak menarik penumpang di luar trayeknya serta minta angkutan Grand Max yang masih menggunakan surat rekomendasi trayek sementara untuk tidak beroperasi karena trayek sementara itu tidak ada dan melanggar aturan.
Ketua Kelompok Kerja Sub Unit (KKSU) G.01 Apud Mahfudin juga mempertanyakan keabsahan surat rekomendasi dan asal surat tersebut. Ia mendesak agar Organda dan Dishub melarang penambahan angkutan Grand Max. Hingga saat ini Organda Kabupaten Tangerang belum memberikan keterangan terkait hasil pertemuan tersebut.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan, Dishubkominfo Kabupaten Tangerang, Syamsul Anwar mengatakan, persoalan ini terkait dua angkutan berbeda yang beroperasi di satu trayek. Kedatangan sopir ke Organda untuk mencari solusi persoalan angkutan tersebut karena keduanya merupakan anggota Organda. “Saya sendiri belum menerima laporan hasil pertemuan tadi karena saya tidak ikut dalam pertemuan itu. Namun, sebelum datang ke Organda, para sopir sudah mendatangi Dishub beberapa kali tetapi karena kewenangannya jalan provinsi, jadi kami hanya berupaya semampunya sesuai kewenangan kami,” pungkasnya. (fajar aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.