27 Penerbangan Garuda Terganggu

BANDARA, SNOL Meledaknya Gardu Gandul di Jakarta Selatan, bedampak pula pada terlambatnya 27 jadwal penerbangan maskapai Garuda Indonesia di Bandara Soekarno Hatta (BSH). Sebab, ledakan gardu juga berimbas pada stabilitas listrik di BSH, sejak pukul 13.15 WIB, Rabu (25/4).
“Ke-27 penerbangan tersebut mengalami keterlambatan mulai dari 15 menit hingga 60 menit diakibatkan oleh beberapa pekerjaan di beberapa bagian dilakukan secara manual akibat ketiadaan aliran listrik,” jelas Pudjobroto, Kepala Bagian Humas Garuda Indonesia dalam rilis yang diterima Satelit News, Rabu (25/4).
Beberapa penerbangan yang mengalami keterlambatan antara lain GA-405 tujuan Denpasar yang seharusnya berangkat pukul 14.05 WIB, baru dapat diberangkatkan pada pukul 15.05 WIB sehingga mengalami keterlambatan selama 1 jam.
Begitu juga dengan GA-174 yang mengalami keterlambatan selama 50 menit yang seharusnya berangkat ke Pekanbaru pukul 13.40 WIB baru dapat diberangkatkan pukul 14.30 WIB. GA-224 ke Solo juga harus mengalami keterlambatan selama 45 menit yang seharusnya berangkat pukul 13.20 WIB menjadi pukul 14.05 WIB.
Beberapa penerbangan lainnya yang mengalami keterlambatan antara lain GA-118 ke Palembang, GA-238 ke Semarang, GA-316 ke Surabaya, GA-212 ke Yogyakarta, GA-610 ke Makassar, GA-318 ke Surabaya, GA-816 ke Kuala Lumpur, GA-832 ke Singapura, GA-134 ke Jambi, GA-518 ke Balikpapan dan GA-154 ke Batam.
“Akibat keterlambatan dari Cengkareng tersebut, maka penerbangan lanjutan lainnya mendapatkan dampak akibat efek domino yang ditimbulkan sebelumnya sehingga total penerbangan Garuda Indonesia yang mengalami keterlambatan hari ini menjadi sebanyak 27 penerbangan,” jelas Pujo.
Semua keterlambatan tersebut, sebut Pudjobroto, disebabkan beberapa pekerjaan dilakukan secara manual akibat tidak tersedianya listrik. Antara lain, pelaksanaan boarding di seluruh boarding gate di terminal F, penyiapan dokumen penerbangan di ruangan load control, serta pelaksanaan pekerjaan di transfer desk di terminal F.
“Akibat pelaksanaan pekerjaan secara manual tersebut maka waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian pekerjaan menjadi lebih lama sehingga ketepatan penerbangan pada siang hari ini menjadi terganggu,” pungkasnya.(pane/fah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.