Kejari Kejar Kasus Dishub Tangsel

TIGARAKSA,SNOL  Kejaksaan Negeri (Kejari) Tigaraksa terus menyelidiki kasus dugaan tindak pidana korupsi  Dinas Perhubungan Kota Tangsel.
Penyelidikan  terkait  pengadaan alat uji kendaraan tersebut kini telah mencapai tahap pemanggilan para saksi dan pengumpulan dokumen yang berkaitan dengan pengadaan alat penguji kendaraan KIR.
“Dokumen kontrak yang berkaitan pihak rekanan, kolega dan pemenang tender terkait proyek tersebut telah kami kumpulkan berikutnya kami akan melakukan pemanggilan terhadap delapan orang saksi,” ujar Sukamto Kordinator Penyidik Kejari Tigaraksa,  Jumat (27/4).
Kedelapan orang saksi yang akan dipanggil tersebut untuk memenuhi keterangan materi penyelidikan, sayangnya Sukamto enggan menyebutkan identitas para saksi. “Dalam minggu-minggu ini kedelapan orang itu akan memberikan keterangan, yang pasti salah satunya orang  PT Mayindo” ujar  Sukamto.
Ketika ditanya tentang barang bukti yang berhasil disita Kejari Tigaraksa, Sukamto menjelaskan, pihaknya belum melakukan penyitaan. “Kami belum melakukan penyitaan barang bukti atas kasus dugaan korupsi ini. Karena, kami baru mengumpulkan data-data, serta dokumentasi, termasuk surat perjanjian kerjasama kontrak antara Dishubkominfo Kota Tangsel dengan PT. Mayindo, sebagai perusahaan yang menyediakan peralatan uji kendaraan tersebut,” ujarnya.
Oleh karena itu masih dalam proses pengumpulan data juga pihaknya belum bisa menetapan tersangka, belum dapat dilakukan lantaran pihaknya masih mengumpulkan barang bukti, penyidikan telah berjalan.
Namun yang terduga belum dapat diungkapkan, “Nanti dari keterangan saksi, baru kita bisa ungkapkan kepada masyarakat, kita tinggal menunggu waktu saja terkait dugaan ini, karena kami sudah mengantongi nama terduga,” tegasnya.
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tigaraksa, Ery Syarifah juga menampik, jika pihaknya telah menyita barang bukti termasuk komputer jinjing milik Dishubkominfo.
“Kami baru mengumpulkan barang bukti berupa dokumen-dokumen Dishubkominfo, untuk melengkapi Berkas Acara Pemeriksaan (BAP), setelah sebelumnya tim penyidik Kejari memeriksa sejumlah pejabat dan mantan pejabat Dishubkominfo tersebut,” tuturnya. (hendra/susilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.