3 WNA Cina Dikeroyok di Serang

SERANG, SNOL Gara-gara salah seorang warganya dikeroyok, ratusan warga Desa Barengkok, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, menyerbu PT Shunfa Langgeng Jaya (SLJ) yang berlokasi di kawasan Industri Modern Cikande. Tiga Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina yakni Huank Zai Shan, Wang Yuah Zong dan Huang Shi San dilarikan ke puskemas terdekat lantaran babak belur dikeroyok warga.
Keributan di pabrik pengolahan besi ini terjadi Sabtu (28/4) petang ketika Minan (31) warga Desa Barengkok yang sudah menjual besi ke perusahaan tersebut sedang melakukan bongkar muat besi. Namun seorang TKA melarangnya, padahal antara Minan dengan pihak perusahaan sudah sepakat terkait harga. Jelas Minan tersinggung, ia kemudian melaporkan penolakan itu ke Sairan (32), rekannya yang juga warga Desa Barengkok.
Sairan kemudian mendatangi PT SLJ untuk menengahi permasalahan. Namun, ia malah jadi korban pengeroyokan sekelompok tenaga asing di PT SLJ. Dalam kondisi terluka, Sairan berhasil lari ke kampungnya dan melaporkan kejadian yang menimpanya itu kepada masyarakat. “Ketika saya melaporkan kejadian itu, masyarakat langsung marah melihat kondisi saya yang mengalami luka,” kata Sairan kepada wartawan, kemarin (29/4).
Mendengar laporan dari Sairan, sekitar 100 warga Desa Barengkok kemudian mendatangi PT SLJ. Tiga tenaga kerja asal Cina yang ada di dalam pabrik menjadi korban amuk massa. Beruntung aparat kepolisian setempat dan Koramil Cikande segera datang ke lokasi kejadian dan melerai amuk massa itu. Sementara tiga TKA Cina yang terluka segera dilarikan ke Puskesmas oleh pihak perusahaan.
Setelah menenangkan massa dan mereka kembali ke kampungnya, Polsek dan Koramil Cikande segera menggelar musyawarah di Mapolsek Cikande dipimpin langsung Wakapolres Serang, Kompol Amin Priyanto. Musyawarah dilakukan untuk menghindari kerusuhan yang lebih parah.
Dalam musyawarah itu disepakati tidak akan ada aksi susulan dalam insiden yang berawal dari kesalahpahaman tersebut. Kedua belah pihak memahami dan sepakat pihak perusahaan memberikan biaya pengobatan kepada pihak warga sebesar Rp15 juta rupiah, transparansi terkait kerjasama dengan warga terus berlanjut. Wargapun siap membantu persoalan yang dihadapi dengan perusahaan dengan masyarakat.
Wakapolres Serang, Kompol Amin Priyanto ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Semuanya sudah diselesaikan dan kedua belah pihak sudah sepakat untuk saling menghormati,” terang Wakapolres.(eman/tbe/deddy/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.