ABG Disekap dan Digilir 3 Pemuda

RANGKASBITUNG, SNOL Malang benar nasib SW (17). Gadis ABG warga Kampung Rancapanjang. Desa Sanghiyang Tanjung, Kecamatan Kalanganyar, Lebak ini menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan tiga tersangka berinisial, AM,KAP dan HER. Selain digilir, korban SW juga disekap selama dua hari.
Kabagops Polres Lebak Kompol Yudis Wibisana mengatakan para pelaku pemerkosaan tersebut kini sudah diamankan pihak Polsek Cimarga. “Saat ini sedang dilakukan proses Sidik oleh Polsek Cimarga,” ungkapnya (2/5).
Pemerkosan dan penyekapan berawal pada Sabtu ( 28/4) sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu SW dibawa tersangka Her, Kap dan AM alias OM, bermain ke Balong Rancalentah, Rangkasbitung. Dia lantas dibujuk dan diberi minuman beralkohol yang sudah disiapkan para tersangka.
Lantaran takut, akhirnya korban mau meminum barang yang dilarang tersebut. Setelah itu, korban mabuk dan tidak sadarkan diri. “Waktu itu saya sudah gak inget apa-apa, kepala saya pusing,” kata SW kepada petugas.
Dalam keadaan setengah tidak sadar itu, korban dibawa ke rumah salah seorang tersangka di Kampung Bondol, Desa Girimukti, Kecamatan Cimaga. Di tempat itulah korban diperkosa secara  bergantian. “Dalam hati saya mau berontak, tapi tak bisa apa-apa, soalnya badan saya terasa lemas,” kata SW.
Perbuatan biadab itu dimulai sekitar pukul 22.30. Selama dua hari dua malam korban disekap di sebuah kamar. Akhirnya korban dengan didampingi keluarganya melapor ke Polsek Cimarga.
Berbekal laporan, polisi segera memburu para pelaku. Tidak butuh waktu lama, polisi pun berhasil menangkap para pelaku dan mengamankanya di sel tahanan Polsek Cimarga.
“Kami mendapat laporan dari kakak korban Sunarya Bin Sartaya (20) bahwa adiknya telah diperkosa oleh tiga pemuda. Pelaku juga kami tahan karena turut membantu para pelaku dengan mengijinkan rumahnya untuk dijadikan tempat pemerkosaan. Sementara Her kekasih korban masih dalam pengejaran,” ungkap Kapolsek Cimarga AKP Nunu Mulyono.

Para pelaku dijerat pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan berencana dengan ancaman 15 tahun penjara. Polisi telah memvisum korban di Puskesmas terdekat.
Am dan Kap saat ditanya wartawan mengaku melakukan nafsu bejatnya karena atas suka-sama suka. “Kita atas dasar suka sama suka, kok,” katanya.(sep/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.