Dindik Temukan 60 Sekolah Bodong

TIGARAKSA,SNOL Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang menemukan 60 sekolah bodong tersebar di 29 kecamatan. Temuan ini berdasarkan hasil penertiban lembaga pendidikan tingkat SMA/SMK swasta ilegal.
Kepala Seksi Kesiswaan SMA/SMK, Dindik Kabupaten Tangerang, Encep Sahayat mengungkapkan, pihaknya berhasil menjaring 60 sekolah bodong dalam penertiban sejak Maret dan April kemarin. “Rinciannya bulan Maret terjaring 37 sekolah dan bulan April ada 23 sekolah. Jadi totalnya 60 sekolah tidak berizin,” ujar Encep kepada wartawan, Senin (7/5/2012).
Penertiban lembaga pendidikan tingkat SMA/SMK swasta ini dilakukan untuk memenuhi program yang telah dirancang Dindik, yakni tentang pendirian satuan dan program keahlian. “Saat ini puluhan sekolah yang dijaring itu telah mengajukan permohonan izin operasional,” jelasnya.
Program pendirian satuan sekolah dan keahlian ini lebih terfokus pada lembaga pendidikan swasta karena sekolah swasta dikelola langsung oleh masyarakat. Sedangkan Pemda hanya menjadi fasilitator saja. Terkait beberapa program baru yang harus dimiliki sejumlah sekolah tingkat SMA/SMK, diantaranya Teknologi Informasi (TI), kesehatan, otomotif dan broadcasting untuk radio dan televisi.
Untuk mendapatkan izin operasional sekolah baru dari Dindik setempat, pihak sekolah wajib mengantongi surat kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan industri. Ini untuk mempermudah para siswa yang lulus kerja. Kemudian harus memiliki lahan dan tenaga pendidik.
“Ini untuk melidungi masyarakat dari praktek pendidikan yang liar. Sehingga bisa merugikan masa depan siswa. Tentunya kalau sudah memiliki izin operasional dari Dindik setempat, legalitas untuk para siswa dan lulusannya juga lebih jelas,” jelasnya.
Kepala Bidang SMA/ SMK, Dindik Kabupaten Tangerang, Undang Wahyudin menambahkan, dengan digulirkannya program ini pihaknya berharap status dan keberadaan sejumlah lembaga pendidikan itu jelas. “Selain itu, peserta didik juga terlindungi. Kami berharap legalitas para siswa dapat terlindungi dan status sekolah pun jelas,”pungkasnya. (fajar aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.