Mini Market Perlu Tombol Panik

TANGERANG,SNOL Polda Metro Jaya dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengkaji penerapan tombol panik (panic button) dalam sistem pengamanan minimarket. Rencananya, polisi dan Aprindo akan melakukan uji coba pelaksanaan tombol panik di beberapa minimarket.
“Dalam waktu dekat, kami akan bicarakan bersama dan coba ambil beberapa sampel, misalnya panic button di sekitar pospol dan polsek,” ujar Komisaris Besar Rikwanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Rabu (9/5) di Mapolda Metro Jaya.
Rikwanto belum bisa memastikan kapan uji coba itu akan dilakukan. Sebab, pihak Aprindo hingga kini masih mengalkulasi biaya mungkin ditimbulkan akibat pemasangan tombol panik tersebut. “Kami akan adakan pertemuan, kalau hitungan bisnis Aprindo kan mereka butuh cost yang dimasukkan ke sistem. Ini dilihat mana yang efektif dan efisien,” kata Rikwanto.
Dia mengatakan, selain memasang tombol panik yang terkoneksi dengan pospol atau polsek terdekat, polisi juga memberikan beberapa opsi lain. Misalnya, pemasangan kamera CCTV, penempatan dekoder CCTV yang selektif, penambahan petugas satpam, dan pemasangan alarm di luar minimarket.
“Sistem ini masih kajian pilihan, tetapi kami berharap semoga bisa diwujudkan apa pun pilihannya sehingga bisa menciptakan pengamanan yang terintegrasi dan preventif aktif mencegah aksi perampokan,” ujarnya.
Sebelumnya, aksi perampokan menggunakan senjata api dan senjata tajam dengan sasaran minimarket 24 jam kembali terjadi di Kota Tangsel, Jumat (4/5) dini hari. Salah satunya adalah Indomaret di Jalan Serpong Raya Km 8, tepatnya di seberang Rumah Sakit Asshobirin.
Minimarket tersebut menjadi sasaran kawanan perampok yang diduga berjumlah lima orang. Kawanan ini hanya beraksi dalam waktu lima menit, mulai pukul 03.57 hingga pukul 04.02. Mereka membawa kabur uang tunai Rp 10 juta, beberapa susu kaleng, dan rokok.
Pada awal April 2012 lalu kasus perampokan minimarket pada dini hari juga terjadi di Jalan RE Martadinata, Ciputat, Kota Tangsel. Saat itu kawanan perampok menodongkan senjata api kepada dua karyawan. Setelah melumpuhkan karyawan dan memasukkannya dalam gudang, mereka mengambil uang tunai Rp 2 juta. (bnn/susilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.