Warga BSD Korban Sukhoi

JAKARTA, SNOL Sebuah pesawat penumpang sipil Sukhoi Superjet 100 yang sedang melakukan demo terbang di Jakarta, tiba-tiba hilang dari pantauan radar, Rabu (9/5) sore. Diduga, pesawat jatuh di kawasan Gunung Salak, Jawa Barat. Dari 44 penumpang, sedikitnya dua orang berasal dari Tangerang. Keduanya adalah Aditya Sukardi, kameramen Trans TV, yang tinggal di Cluster Catalonia, BSD, dan Gatot Purwoko dari Airfast warga Cirendeu, Ciputat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, pesawat tersebut membawa 44 orang, terdiri dari delapan warga Rusia dan 36 warga dari berbagai negara. Pesawat dinyatakan gagal kembali ke bandar udara tempat keberangkatan setelah melakukan demo terbang.
Pesawat tersebut berada di Jakarta dalam rangka menggelar pertunjukan keliling ke beberapa negara, termasuk Indonesia. Dalam siaran pers Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, Selasa (8/5) lalu, disebutkan bahwa pameran dan presentasi produk digelar di Jakarta, Rabu (9/5), termasuk atraksi peragaan terbang. Selain di Indonesia, pameran dan peragaan terbang serupa juga akan digelar di beberapa negara, seperti Kazakhstan, Pakistan, Myanmar, Laos, dan Vietnam.
Hingga pukul 23.00 WIB, keberadaan pesawat Sukhoi Superjet100 (SJJ-100) yang hilang kontak di sekitar Gunung Salak, Jawa Barat, belum diketahui. Tim gabungan dari Badan SAR Nasional (Basarnas), TNI, dan Polri pun diterjunkan untuk mencari pesawat buatan Rusia tersebut.
“Kalau pun untuk sampai di puncak, memerlukan waktu. Siapa tahu ada informasi dari masyarakat. Informasi dari masyarakat merupakan sesuatu yang berharga untuk analisis karena kami akan sesegera mungkin untuk diketahui,” kata Kepala Basarnas Marsekal Madya Daryatmo dalam jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta.
Daryatmo mengatakan, pencarian udara menggunakan helikopter kemarin dihentikan karena cuaca yang tidak mendukung. Namun dia mengatakan pencarian udara akan dilajutkan menggunakan tiga helikopter dari Lanud Halim Perdanakusumah Jakarta dan Lanud Atang Sanjaya Bogor, hari ini mulai pukul 07.00 pagi.
Daryatmo menyebutkan, lokasi hilangnya kontak di kordinat 06 43 08 South dan 106 43 15 East. Kordinat itu diketahui dari pantauan radar ATC di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.
Pesawat SJJ-100 hilang kontak dalam joy flight kedua sekitar 14.33 WIB, saat pesawat melintas di atas Gunung Salak. Sebelum hilang kontak, sang pilot yang berasal dari Rusia telah menghubungi traffic control mengabarkan pesawat berada di atas ketinggian 10.000 kaki.
Setelah itu, pilot meminta izin untuk turun ke ketinggian 6.000 kaki. Namun, setelah itu, pilot tidak kontak lagi. Hingga sekarang, pesawat tersebut masih belum diketahui keberadaannya.
Bila pesawat ini benar-benar kecelakaan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan memimpin penyelidikan. “Tunggu dan kita akan leading itu (penyelidikan),” ujar Ketua KNKT Tatang Kurniadi.
Menurut dia, Indonesia dan Rusia sama-sama punya kepentingan. Sebab peristiwa terjadi di Indonesia, sedangkan negara pembuat pesawat itu adalah Rusia. “Belum boleh dikatakan celaka. Kita harapkan bisa menemukan pesawat secepatnya. Namun kalau itu terjadi kecelakaan, pesawat sipil diatur oleh peraturan internasional pesawat sipil,” sambung Tatang.
Menurut aturan internasional, kalau ada pesawat yang celaka, maka negara tempat peristiwa terjadi harus melakukan investigasi. Nah, Rusia sebagai state of manufacture berhak mengikuti. “Saya sudah secure, mengamankan percakapan-percakapan di tower. Tidak boleh bocor sebelum KNKT tahu. Mereka dari Rusia juga akan datang. Akan ungkap kenapa itu terjadi,” tutur Tatang.
KNKT juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk menyiapkan data cuaca. Sebab pencarian pencarian pesawat dihentikan sementara dan akan kembali dilanjutkan besok pagi dengan mengerahkan 3 helikopter. Lokasi hilangnya kontak di Kecamatan Cidahu, Sukabumi.(jpnn/aditya/fah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.