20 Imigran Gelap Dikirim ke Tanjung Pinang

MERAK,SNOL Sebanyak 20 imigran dari 120 imigran asal Afganistan akhirnya di deportasi ke Rumah Detensi Imigran (Rudenim) Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (10/5) dini hari. Sebelumnya, sebanyak 90 para imigran asal negara konflik itu juga telah dideportasi ke Rudenim yang berada di beberapa beberapa daerah. Selama satu bulan ratusan imigran ini ditampung di Hotel Ferry Merak.
Kepala Kantor Imigras Kota Cilegon, MT Satiawan ketika ditemui di kantornya mengatakan, pemindahan para imigran gelap itu dilakukan oleh International Organization for Migration (IOM). Sebab, kewenangan para imigran itu berada pada organisasi tersebut.
Menurutnya, IOM telah mengirim imgiran ke  Tanjung Pinang sebanyak 30 orang,  Makasar sebanyak 30 orang, Kupang sebanyak 20 orang dan Pekan Baru sebanyak 10 orang. Para imigran negara konflik itu, kata dia, sudah diberangkatkan terlebih dahulu. “Kalau yang 20 ini sisa yang kemarin,” ujarnya.
Pemindahan tersebut, lanjutnya, dilakukan agar para imigran itu bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik dan layak. Selain itu, kata dia, sesampainya di tempat penampungan, para imigran tersebut akan didata kembali. Hal itu dilakukan apakah nantinya imigran itu akan dikirim ke negara ketiga (Negara tujuan imigran itu, red) atau mereka dikembalikan lagi ke Negara asalnya. “Itu semua yang mengurus IOM dan United Nation High Commissioner for Refugees (UNHCR),” ujarnya.
Ditanya terkait para imigran yang kabur, dia enggan berkomentar banyak. Sebab itu berada pada kewenangan polisi. “Hingga saat ini masih terus dalam pengejaran petugas kepolisian. Kalau misalkan tertangkap pun mereka tidak akan disanksi. Sebab mereka itu bukan tahanan,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepolisian Daerah Banten mengamankan 120 imigran gelap asal Afganistan pada Minggu (8/4) lalu. Mereka ditemukan terdampar di Perairan Laut Panaitan, Pandeglang setelah kapal kayu nelayan yang mereka tumpangi mengalami kebocoran sehingga terombang-ambing di tengah lautan. Beruntung ada Kapal MT Hermia yang melintas dan segera melakukan pertolongan. Oleh petugas, 120 imigran tersebut digiring ke Pelabuhan Indah Kiat. (man/bnn/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.