Ratusan Sopir Demo Angkot Bodong

TANGERANG, SNOL Ratusan sopir angkot E.10 jurusan Curug-Citra Raya-Tigaraksa dan angkot E.12 jurusan Cikupa-Pasar Gudang-Citra Raya, serta angkot Merah Putih G.01, jurusan Kronjo-Pasar Baru Kota Tangerang mendatangi Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Tangerang, Kamis (10/5). Mereka menuntut penertiban trayek dan angkot bodong.
Pantauan wartawan, aksi pertama kali dilakukan ratusan sopir angkot E.10 jurusan Curug-Citra Raya-Tigaraksa. Bersama sopir angkot E.12 jurusan Cikupa-Pasar Gudang-Citra Raya, juga melintasi Panongan-Pasar Korelet-Bugel-Katomas. Sopir dengan lantang meminta Dishub segera menata dan menertibkan dua trayek angkot tersebut.
Sopir dua trayek tersebut kerap kali mengalami perselisihan hingga berujung pada perkelahian. Persoalan ini bermula dari rebutan jalur pengambilan penumpang di dua trayek angkutan tersebut. Bahkan sopir E.10 juga mendesak Dishub untuk menindak angkot E.12 yang mengoperasikan angkot tanpa ijin trayek yang jelas.
“Angkot E.12 menyalahi aturan dalam mengoperasikan angkutan. Karena sebenarnya angkot E.12 trayeknya tidak memasuki Komplek Perumahan Citra Raya. Dan hanya sampai batas Kecamatan Cikupa dan Kecamatan Panongan saja. Ijin trayek angkutan hingga memasuki Komplek Citra Raya hanya dimiliki angkot E.10,” ungkap Roy (40) salah satu pengurus Kelompok Kerja Sub Unit (KKSU) Angkot E.10.
Roy mengatakan, dirinya mengklaim E.10 sudah mendapat rekomendasi dari pengembang Citra Raya sejak trayek dibuka tahun 2005 lalu. Dalam rekomendasi tersebut dijelaskan E.10 merupakan transportasi angkutan dalam Komplek Citra Raya. “Dishub harus segera merapikan dan menertibkan trayek angkot kami. Kembalikan jalur angkot sesuai dengan ijin trayek. Dishub juga harus menindak tegas oknum yang memalsukan kartu pengawasan ijin trayek ilegal,” jelasnya.
Sementara itu, tidak lama puluhan angkot merah putih G.01 jurusan Kronjo-Pasar Baru Kota Tangerang juga mengadakan aksi di halaman kantor Dishubkominfo. Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) ini juga mendesak agar Dihub segera menertibkan ijin trayek. Karena masih banyak terdapat kartu pengawasan trayek palsu. Salahsatu sopir G.01, Ahok (40) mengaku merasa dirugikan dengan kondisi ini.
“Kartu pengawasan trayek palsu diduga marak. Disinyalir dibuat oleh salah satu perusahaan show room yang menyediakan mobil-mobil angkutan umum. Kami merasa dirugikan dan pendpatan kami berkurang. Ini karena beroperasinya angkutan umum yang tidak memiliki ijin trayek jelas. Pokoknya, Dishub harus segera menindak angkutan yang tidak memilik ijin trayek,” tegas Ahok.
Menanggapi masalah ini, Kepala Bidang Lalulintas dan Angkutan, Dishubkominfo Kabupaten Tangerang, Syamsul Anwar membenarkan jika selama ini banyak angkutan umum yang memiliki kartu pengawasan ijin trayek palsu. Parahnya lagi tandatangan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Husni Hasan juga turut dipalsukan.
“Pelaku yang diduga memalsukan ijin trayek ini sudah dilaporkan ke Kejaksaan Negri Tigaraksa. Kemudian untuk menangani maraknya angkutan umum bodong, kami sudah sering melakukan operasi gabungan,” tandasnya.(fajar aditya/fah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.