Uang Palsu Rp8,4 Miliar Disita, 4 Tersangka Diamankan

PANDEGLANG,SNOL Empat orang karyawan bangunan sebuah perusahaan, dibekuk anggota tim Reskrim Polres Pandeglang. Mereka diduga menyimpan dan memiliki uang palsu (Upal) senilai Rp 8,4 miliar. Ke empat tersangka dibekuk di rumahnya masing-masing sekitar pukul 11.30 Wib, Jum’at (4/5). Mereka adalah DJ (25), warga Kampung Kadu Bangkong, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, NH (30), warga Kampung Cigandeng, Desa Cigandeng, Kecamatan Menes, DK (44), warga Kampung Teluk Gong, Kelurahan Panjagalan, Kecamatan Penjaringan Kota, Jakarta Utara dan DA (36), warga Kampung Kebantenan, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.
Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Dhani Gumilar mengatakan, selain menangkap keempat orang tersangka, pihaknya juga berhasil menyita sejumlah barang bukti (BB), diantaranya, uang palsu pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu sebanyak Rp 10 juta, uang dollar Amerika sebanyak US $ 55.300 dan dollar Singapura sebanyak USD 1.080.600.
“Ke empatnya kami tangkap di rumahnya masing-masing. Sebelumnya kami lakukan penyelidikan bersama tim anggota reskrim dari Polsek Menes dan Polse Cikeudal,” kata AKP Dhani Gumilar. Sebelum penagkapan, pihaknya mencurigai kendaraan R4 merk Xenia dengan Nopol F 1041 HB yang meluncur dari arah Pandeglang menuju daerah Menes. Kemudian, tim anggota Reskrim Polres Pandeglang bersama anggota Polsek Menes dan Cikeudal membuntuti mobil tersebut. Saat dibuntuti, mobil pelaku diparkir di depan rumah DJ.
Tidak mau kehilangan targetnya, kendaraan itu dan DJ langsung dibawa ke Polsek Menes untuk diintrogasi. Dari pemeriksaan DJ didapat sedikitnya 6 lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu dan satu lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribuan yang disimpan di dompet DJ. “Setelah diintrogasi, DJ mengaku uang itu didapat dari NH. Mendapat informasi itu akhirnya pencarian NH–pun dilakukan hingga didatangi ke rumahnya dan sekaligus mencari serta menangkap nama-nama tersangka lainnya,” tambahnya.
Dari hasil keterangan para tersangka di Mapolsek Menes, tim reskrim juga menggeledah rumah masing-masing tersangka. Hasil penggeladahan ditemukanlah sejumlah barang bukti lainnya, termasuk setrikaan, lem, master Upal, lampu, kertas master, semprotan air merk Rapika, penggaris panjang 30 Cm, gulungan kertas warna ungu, dan sejumlah barang-barang pembuatan Upal lainnya.
Untuk penyelidikan lebih lanjut, akhirnya semua tersangka digelandang ke Mapolres Pandeglang dan dimasukan ke dalam sel Mapolres untuk mempertangungjawabkan perbuatannya. “Tersangka dijerat pasal 244, 245 dan 249 KUHP, tentang pemalsuan uang kertas, menyimpan, memiliki dan mengedarkan, dengan ancaman hukuman di atas  7 tahun penjara,” ungkap Kasat.
Sementara, tersangka NH, mengaku uang itu merupakan titipan dari rekannya berinisial Ek, warga Jakarta Utara. Katanya, Rabu (2/5) ia mendapat telepon dari saudara Ek yang mengajaknya bertemu, dan akhirnya mereka bertemu di rumah kontrakan NH, bersama 3 orang rekannya itu.
“Waktu itu, Ek meminjam uang kepada kami sebesar Rp40 juta, dengan jaminan sertifikat rumah dan uang sebanyak Rp7,5 juta. Ternyata belakangan kami ketahui uang itu uang palsu,” kata NH.
Ek berjanji akan mengambil kembali barang-barang titipannya itu 3 hari kemudian, kalau tidak diambil ia juga siap untuk dilaporkan ke polisi. Sayangnya, belum juga mendapatkan tebusan dari Ek, NH Cs berhasil dibekuk tim Reskrim Polres Pandeglang bersama sejumlah barang bukti lainnya. Kini ia harus mendekam di sel Mapolres Pandeglang. (mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.