Aat Minta Penangguhan Penahanan

CILEGON, SNOL Pengacara mantan Walikota Cilegon, Tb Aat Syafaat, Maqdir Ismail terus berupaya agar kliennya yang terjerat kasus dugaan korupsi pembangunan tiang pancang Dermaga Kubangsari segera keluar dari tahanan Rutan Cipinang.
Saat dihubungi wartawan koran ini Minggu (27/5) malam, Maqdir Ismail menilai bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) kerena telah mengabaikan hak kliennya untuk berobat akibat penyakit jantung yang dideritanya.
Ia menambahkan, dengan tidak menanggapi surat permohonan agar Aat tidak ditahan karena pertimbangan sakit, KPK juga telah bersikap seolah-olah sebagai lembaga hukum yang paling berkuasa di negeri ini.
“Dengan tidak memberikan izin perawatan dokter, berarti KPK telah melanggar HAM. Perawatan dokter kan hak tahanan,” ujarnya ketika dihubungi Banten Pos (Satelit News Group), kemarin.
Dia mengungkapkan, kondisi kesehatan pria yang biasa dipanggil Wali Sepuh itu saat ini dalam sedang tidak baik. Namun saat ditanya kondisi terakhir Tb Aat setelah dua hari ditahan, Maqdir mengaku belum mengetahui, sebab dia belum  diperkenan untuk menemui walikota dua periode itu. “Hari ini (kemarin, red) saya belum bertemu Pak Aat karena belum diperkenankan KPK, padahal saya pengacaranya,” tuturnya.
Dia menyatakan sangat kecewa dengan sikap KPK yang tidak peduli dengan kondisi kliennya itu. “Sejak ditahan hingga hari ini, Pak Aat belum mendapatkan perawatan dokter karena tidak diperkenankan oleh KPK,” ujarnya lagi.
Ketika ditanya bagaimana langkah selanjutnya setelah penahanan Aat, mantan pengacara Antasari Azhari itu menyatakan bahwa pihaknya saat ini hanya bisa menunggu hingga proses selesai dan akan melakukan pembelaan di pengadilan. “Kita akan tunggu saja di pengadilan nanti. Sebab semua proses yang kita tempuh diabaikan. KPK saat ini menjadi lembaga yang paling berkuasa,” tukasnya.
Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Johan Budi menegaskan, tim dokter KPK telah melakukan pemeriksaan terhadap Tb Aat Syafaat sebelum ia ditahan di Rutan Cipinang. Menurut tim dokter, kata Johan Budi, Tb Aat dalam kondisi sehat dan bisa dilakukan penahanan. “Tim dokter KPK telah memeriksa kesehatan dia. Hasilnya dia dinyatakan sehat dan bisa ditahan,” kata Johan, Jumat (25/5) lalu.
Diketahui, mantan Walikota Cilegon, Tb Aat Syafaat memenuhi panggilan KPK Jumat (25/5). Setelah selesai menjalani pemeriksaan untuk yang pertama kalinya sebagai tersangka dugaan korupsi pembangunan trestle (tiang pancang) dermaga pelabuhan Kubangsari, Aat Syafa’at langsung ditahan penyidik KPK selama 20 hari ke depan di Rutan Cipinang.
Aat mulai diperiksa sekitar pukul 13.30 dan baru keluar sekitar pukul 18.15 WIB. Ketika keluar dari Gedung KPK, Aat yang mengenakan batik bernuansa cokelat langsung dibawa ke Rutan Cipinang menggunakan mobil tahanan bernopol B 8638 WU. Sebuah mobil yang berisi penyidik KPK pun membuntuti mobil tahanan ini. (fan/man/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.