DPRD Didesak Bikin Pansus Penyimpangan Rangka Baja

PANDEGLANG, SNOL Ratusan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Pemuda Peduli Pendidikan Pandeglang (FMP4),  mendesak kepada DPRD Kabupaten Pandeglang untuk membentuk panitia khsus (Panus) mengenai dugaan penyimpangan proyek pembangunan ruang kelas baru (RKB) rangka baja tahun 2012.
“Itu harus segera dilakukan, agar dugaan penyimpangan proyek pembangunan RKB di Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang diungkap,” kata Sekretaris FMP4, Ilham Kamil kepada wartawan, Minggu (27/5).
Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Manshur (Staisman) Pandeglang ini menegaskan, jika DPRD tidak membentuk Pansus tersebut, pihaknya bersama pengurus OKP, Ormas, dan LSM lain di Pandeglang akan menduduki gedung DPRD setempat. Telebih lagi, kata Ilham, sejak dugaan penyimpangan proyek RKB diadukan ke Komisi IV DPRD Pandeglang, pihaknya baru satu kali diundang audiensi.
“Kami belum melihat, langkah maju yang signifikan dari sikap Komisi IV DPRD dalam menyikapi dugaan penyimpangan proyek RKB berangka baja ini. Maka, kami melakukan tindakan sendiri, salah satunya dengan mengambil sampel potongan rangka baja serta mengumpulkan data-data di lapangan,”ujarnya.
Selain itu, menurut Ilham, pengakuan dari sejumlah sekolah yang mengaku tidak tahu menahu terkait bahan material RKB yang dikirimkan ke sekolahnya, oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang sudah diabadikan dalam bentuk video dan rekaman.
“Barang bukti sudah kami miliki, kalau DPRD Pandeglang tidak mau mengusut dugaan penyimpangan proyek RKB ini, sesuai dengan janji kami, kami siap melaporkan ke Polisi dan Kejari Pandeglang,”tuturnya.
Anggota FMP4, Juanta mengatakan, hasil konsolidasi dengan beberapa mahasiswa di beberapa perguruan tinggi  di Pandeglang, muncul kesepakatan sikap untuk menduduki gedung DPRD Pandeglang untuk segera membentuk Pansus.
“Kami menduga ada main mata antara Dindik dengan oknum anggota DPR, bahkan bisa saja dengan suplayer dan konsultan. Tapi, kami segera mengirimkan surat kepada DPRD untuk meminta penjadwalan kembali audiensi terkait persoalan itu,”kata Juanta.
Sementara, Ketua komisi IV DPRD Pandeglang Ilma Fatwa mengaku pihaknya siap mengakomodir keinginan semua pihak untuk melakukan audiensi terkait program RKB tersebut, dala waktu dekat ini akan dijadwalkan ulang, “Tapi sampai saat ini, kami belum mengirimkan suratnya, mudah-mudahan beberapa hari ke depan akan kami jadwalkan,”kata Ilma. (madiana/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.