Merak Rusuh, Ribuan Sopir Ngamuk

MERAK, SNOL Ibarat bom waktu, antrean yang terjadi di Pelabuhan Merak akhirnya meledak. Minggu (27/5) malam sekitar pukul 20.00 WIB, awak truk yang diperkirakan mencapai seribu lebih mengamuk di pelabuhan terpadat di Indonesia Bagian Barat itu.
Mereka menghancurkan Gedung Bundar Pelabuhan Merak, ruang kerja Manajer Operasional PT.ASDP, tol gate (tempat pembelian tiket, red), dan menghancurkan mobil derek milik Dishubkominfo Banten. Hingga pukul 23.00, suasana Pelabuhan Merak masih mencekam dan pelayanan penyeberangan lumpuh total. Kemarahan para sopir truk dipicu oleh adanya dugaan sejumlah truk yang menerobos antrean melalui jalur tembak.
“Antrean di sini (Pelabuhan Merak, red) nggak bener, nggak seperti di Bakau (Bakauheni Lampung, red) yang tidak ada jalur tembak. Nembaknya ke siapa saya nggak tahu yang pasti truk bisa masuk jalur pribadi. Padahal semua truk antre,” ujar Hendrik, salah seorang sopir kepada Banten Pos (Satelit News Group) tadi malam.
Hal senada dikatakan Sugih, sopir truk lainnya. Menurutnya, selain jalur tembak, ada banyak pungli di Pelabuhan Merak itu. “Itu yang membuat kami marah. Biaya jalur tembak mulai Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per truk,” tuturnya.
Pantauan wartawan di lokasi, para sopir mengamuk dengan wajah garang melempari Gedung Bundar dengan apa saja yang mereka temui. Petugas PT ASDP di gedung itu kocar-kacir menyelamatkan diri. Aparat kepolisian yang kalah jumlah tak mampu meredam amuk sopir tersebut.
Selain itu, pagar di sekitar Dermaga 2 Pelabuhan Merak juga hancur. Kabel dan apa saja yang ada di pelabuhan itu dirusak sopir yang hilang kesabaran setelah tiga hari antre.
Akibat sopir yang murka itu, perjalanan kapal pun terhenti. Tak satu pun kapal ro-ro yang beroperasi. Menurut keterangan petugas setempat, kapal tidak beroperasi karena takut kena imbas dari amuk para sopir tersebut. “Takut dibakar kapalnya. Kondisi Merak saat ini tidak kondusif,” kata petugas yang enggan disebutkan namanya itu.
Belum ada keterangan resmi dari pihak PT ASDP terkait kerusuhan itu. Mereka tengah melakukan rapat mendadak dengan pihak kepolisian dan belum bisa dikonfirmasi. Sejurus kemudian, anggota Gegana dan pasukan Perintis dari Polda Banten langsung diterjunkan ke Pelabuhan Merak untuk mengantisipasi agar kerusuhan tidak meluas.
Kapolda Banten, Brigadir Jenderal (Pol) Eko Hadi Sutedjo terjun langsung ke lokasi kejadian. Jenderal bintang satu itu langsung melakukan pembicaraan dengan perwakilan sopir di ruang VIP PT ASDP. Dengan penuh kesabaran, Eko menerima keluhan para sopir truk itu.
Kesempatan itu tidak disia-siakan perwakilan sopir. Mereka langsung mengeluhkan tentang pungli yang dilakukan petugas lapangan di PT ASDP, serta meminta dibuatkan pos pengaduan. Kapolda Banten langsung menanggapi keluhan mereka. Ia menegaskan akan mencari security dan petugas lapangan yang melakukan pungli itu. Mediasi itu sontak membuat para sopir yang tadinya mengamuk perlahan mulai reda.
Sementara itu, Kepala Cabang PT ASDP, La Mane langsung menemui para sopir truk. Ia membacakan kesepakatan yang ditandatangani perwakilan sopir, PT ASDP dan Kapolda Banten. Dalam keputusan yang dibacakan itu, La Mane menegaskan akan memecat security dan petugas lapangan yang melakukan pungli. Malam itu juga La berjanji akan mencari pelaku pungli di lembaga yang dipimpinnya itu. Usai La Mane membacakan pernyataan itu, sekitar pukul 23.10 WIB, para sopir membubarkan diri dengan tertib. Seluruh kapal ro-ro diinstruksikan untuk kembali melayani jasa penyeberangan.
Akibat kerusuhan itu, La Mane mengungkapkan bahwa sejumlah peralatan milik PT ASDP mengalami kerusakan. Bukan saja sejumlah fasilitas umum lainnya, bahkan semua komputer di tol gate rusak parah dan tidak bisa digunakan. “Kami akan langsung menurunkan teknisi untuk memperbaiki peralatan yang rusak itu, agar pelayanan tetap berjalan,” pungkasnya.(fan/man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.